BANTENRAYA.COM – Kebanyakan orang kalau sakit atau penyakitnya kambuh langsung dibawa ke dokter atau rumah sakit.
Padahal, kalau sakitnya tidak terlalu parah bisa diobati dengan cara berpuasa.
Menurut dr. Zaidul Akbar, Islam atau Rasullullah telah mengajarkan tentang pedoman bagaimana caranya ketika kita sakit.
Baca Juga: Cara Singkat Hilangkan Lendir, Mag Kronis hingga Kebotakan dari dr Zaidul Akbar
“Kenapa tubuh kita bermasalah atau mungkin banyak penyakit, tentunya terlalu banyak hal-hal (seperti) makanan dan minuman yang tidak sehat yang kita konsumsi atau mungkin dari apa yang kita lihat (menonton bal-hal yang tidak baik), apa yang kita dengar, apa yang kita rasakan tidak sehat. Maka itu disetop dulu,” kata Zaidul Akbar dikutip bantenraya.com dari YouTube dr. Zaidul Akbar Official yang berjudul ‘Puasamu Perisaimu’ yang diunggah pada Selasa, 5 Oktober 2021.
Bagaimana menyetopnya?
Zaidul Akbar menjelaskan, salah satu cara menyetop makan makanan atau minum minuman yang tidak baik bagi tubuh adalah dengan berpuasa.
Baca Juga: Menyikapi Anak-anak yang Bandel dan Teriak-teriak di Masjid menurut Ustad Abdul Somad
“Berpuasa. Jadi, konsep pertama (hidup sehat) itu berpuasa. Puasa kan kata nabi, ‘asshiamu junnah’ puasa itu perisai, maka hentikan semua yang bisa menjadi masalah di badan kita,” ungkapnya.
Zaidul Akbar menjelaskan, puasa yang dimaksud adalah puasa dohir atau secara fisik, seperti makan.
“(Puasa_red) salah satu cara yang saya pakai,” ungkapnya.
Baca Juga: Politikus Golkar Singgung Ada Kesan Matahari Kembar di Kepemimpinan Helldy-Sanuji
“Kalo anda ingin ngobati, anda ingin ngobati orang lain, ajak mereka, perintah mereka untuk hentikan yang membuat mereka sakit.”
“Tiap hari katakanlah pagi siang malam hari makan nasi goreng, pagi siang malam nasi padang, pagi siang malam katakan bakso mi ayam, tidak ada sayur tidak ada buahnya, tidak ada airnya, segala macam,” sambung Zaidul Akbar.
Zaidul Akbar mengatakan, dirinya tidak melarang makan makanan yang tidak sehat.
Baca Juga: Diakuisisi Sultan Arab Saudi MBS, Fans Newcastle Menangis Haru
Namun, kata dia, agar lebih baik mengonsumsi makan makanan dan minuman yang dibutuhkan tubuh.
“Bukan dilarang, saya tidak melarang, tapi maksud saya mari kita komitmen untuk lebih banyak konsumsi yang jadi haknya tubuh, bukan cuma sekadar untuk memenuhi perut, memenuhi lambung atau memenuhi nafsu, mulut kita,” tegasnya.
Menurut dia, puasa merupakan protokol kesehatan secara islami. Sama halnya dengan protokol kesehatan pandemi Covid-19.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Seksual di Untirta Mulai Ramai di Twitter
“Islam juga punya protokol untuk perkuat imunitas tubuh,” tegasnya.
Puasa sebagai protokol kesehatan, kata Zaidul Akbar, juga ada beberapa macam, seperti puasa ramadhan, puasa syawal, puasa ayamul bidh, puasa senin-kamis, puasa duad, dan puasa lainnya
“Kalau memungkinkan puasa, tapi kalau tidak memungkinkan puasa, kurangi makan.
(Juga) puasa dari hal-hal yang tidak baik,” jelasnya lagi.
Baca Juga: Berada di Zona Degradasi, Bisakah Newcastle Bangkit Usai Dibeli Pangeran MBS?
“Ada puasa daud, senin-kamis, ayamul bidh, silakai ambil yang mana saja, itu paketnya atau konsep,” imbuhnya.
Zaidul Akbar juga mnambahkan, dalam sebuah riwayat bahwa Nabi Muhammad hanya memiliki beberapa helai rambut uban di kepalanya.
Hal itu disebabkan karena nabi tidak suka makan hingga kenyang.
Baca Juga: 7 Bau yang Menandakan Hadirnya Mahluk Halus
“Dalam beberapa riwayat, ubannya (Uban Nabi Muhammad) cuma tiga, ada riwayat lagi 11, karena beliau hampir hampir nggak pernah (makan) kenyang dalam hidupnya. Kenyang itu membuat lemahnya iman. Banyak makan kekenyangan dan banyak bicara yang tidak manfaat, itu penyebab lemahnya iman,” pungkasnya. *



















