BANTENRAYA.COM – Berkendara dengan menggunakan sepeda motor banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia, hampir di sepanjang jalan raya didominasi oleh kendaraan roda dua.
Selain lebih cepat dan bisa lebih efektif saat menghadapi situasi jalan yang macet, mengendarai sepeda motor juga lebih praktis dan hemat dibandingkan dengan naik mobil.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berboncengan saat berkendara sepeda motor.
Baca Juga: Pembangunan Gedung di Kota Serang Habiskan Anggaran Tahun 2024 Sebesar Rp 11 Miliar
Supaya dalam perjalanan tetap aman dan tidak cepat pegal, apalagi saat berkendara dengan jarak yang jauh. Terutama memperhatikan postur tubuh saat berboncengan.
Tim Bantenraya.com mengutip informasi dari Honda Banten, berikut ini adalah tips berboncengan yang baik saat naik motor supaya tidak cepat pegal.
1. Perlengkapan Berkendara
Riding gear atau perlengkapan berkendara memiliki peran penting untuk meningkatkan keselamatan saat berkendara dengan sepeda motor melindungi tubuh kita dan mengurangi dampak negatif dari sebuah benturan/gesekan.
Pengendara dan penumpang memiliki resiko yang sama jika mengalami insiden kecelakaan di jalan.
Helm, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu tidak hanya digunakan untuk pengendaranya saja, namun penumpang juga harus menggunakan riding gear untuk keselamatannya.
Riding gear bukanlah hanya sekedar formalitas saja, sebagai penumpang jangan lupa untuk memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan saat berkendara juga ya.
Baca Juga: Queen of Divorce Episode 2 Sub Indo: Sara Kim Kembali Bertemu Sang Mantan
2.Postur Tubuh, Berboncengan
Bukan hanya pengendara yang memiliki point penting postur berkendara yang perlu diperhatikan, namun penumpang juga perlu memperhatikan postur berboncengannya.
Tujuannya untuk menjaga keseimbangan keduanya saat diatas sepeda motor dan agar tidak mudah lelah dengan postur yang benar dan aman.
Baca Juga: Bikin Geleng-geleng Kepala! Petugas Kebersihan Ini Buang Sampah di Sungai Kemudian Diangkut Kembali
Posisi tangan dengan memeluk ringan tubuh pengendara, atau dengan memegang ringan jaket pengendara maupun meletakkan tangan di atas paha.
Ini agar pergerakan pengendara dan penumpang bergerak selaras.
Posisi Lutut mengapit ringan pada tubuh pengendara yang artinya posisi penumpang yang aman adalah sama dengan posisi pengendara menghadap kedepan.
Tidak disarankan duduk meyamping karena dapat mengganggu keseimbangan pengendara dan penumpang.
Posisi kaki pada footstep yang telah tersedia, hindari kaki karena dapat menggangu keseimbangan sepeda motor ketika dikendarai.
3.Konsentrasi
Baca Juga: Nonton Flex X Cop Episode 3 dan 4 Sub Indo: Jadwal Tayang, Link Nonton, dan Spoiler
Konsentrasi saat berkendara dengan sepeda motor tidak hanya diperlukan untuk pengendaranya saja, namun penumpang juga perlu konsentrasi atau tidak mengantuk saat di atas sepeda motor.
Tujuannya saat penumpang konsentrasi dengan lingkungan sekitar, maka akan jauh lebih aware.
Juga konsentrasi dalam menjaga keseimbangan saat sepeda motor bermanuver dan memiliki reflek tubuh yang baik.
Baca Juga: Pecinta Pedas Merapat! Nikmati Bakso Legend di Pamulang dengan Sambal yang Nampol
Contoh perilaku penumpang yang dapat menurunkan konsentrasi adalah bermain handphone, mengngobrol, bercanda yang dapat meningkatkan potensi bahaya untuk dirinya sendiri dan penumpang.
Nah itulah tips berboncengan saat mengendarai sepeda motor supaya tidak cepat pegal dan lebih nyaman saat perjalanan (Raden Warna).***



















