BANTENRAYA.COM – Mendekati peringatan Hari Pramuka Nasional yang ke-61, sudah selayaknya bangsa Indonesia melihat kembali ke belakang mengenai sejarah berdiri dan terbentuknya Pramuka Indonesia.
Melihat ke belakang tentang sejarah Pramuka Indonesia bukan untuk membuka romantisme masa lalu, tetapi sebagai bentuk refleksi dalam memperingati Hari Pramuka Nasional ke-61.
Sebab sejarah bukan sekadar membicarakan masa lalu, melainkan pula tentang nasib masa depan Pramuka Indonesia agar semakin hari semakin baik dan berkontribusi bagi perkembangan alam kemerdekaan kita.
Baca Juga: 10 Daftar Ucapan Hari Pramuka Nasional 2022, Ayo Ramaikan Dengan Ucapan Ini
Pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba melihat sejarah pramuka Indonesia dari zaman Hindia Belanda hingga Indonesia Merdeka.
Mengapa demikian? Karena, pramuka di Indonesia sudah ada sejak Belanda masih bercokol di Bumi Pertiwi dan membentuk pemerintahan bernama Hindia Belanda.
Dikutip Bantenraya.com dari situs pramukarek.or.id, gerakan pramuka Indonesia ketika masih dalam pemerintahan Hindia Belanda bernama gerakan kepanduan Indonesia.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Lengkap Terbaru tentang Tugas dan Fungsi Manusia Selama Hidup di Dunia
Gerakan Kepanduan Indonesia ini sudah ada sejak 1923 dengan ditandai berdirinya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung.
Di Jakarta, pada tahun yang sama berdiri pula organisasi kepanduan dengan nama Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).
Dari kedua organisasi inilah yang akan menjadi cikal bakal kepanduan di Indonesia dan nanti di zaman Indonesia merdeka menjadi Pramuka Indonesia.
Baca Juga: Film India Laal Singh Chaddha Sub Indo Full Movie, Nonton Dimana Telegram atau Lk21?
Pada 1926 di Bandung, dua gerakan ini NPO dan JIPO melebur menjadi satu gerakan dan berubah nama menjadi Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO).
Berdirinya gerakan kepanduan di Indonesia sejalan dengan pergerakan nasional, di mana masing-masing dari organisasi pergerakan nasional ini juga membuat wadah kepanduan.
Sebut saja misalnya Budi Utomo yang mendirikan “Nationale Padvinderij”, Muhammadiyah mendirikan “Padvinder Muhammadiyah” yang pada 1920 berganti nama menjadi Hizbul Wathan.
Baca Juga: DOWNLOAD Logo Hari Pramuka 2022 Resmi, Lengkap dengan Maknanya
Selanjutnya, Sarekat Islam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij” kemudian berubah nama menjadi “Syarikat Islam Afdeling Pandu (SIAP)”.
Perkumpulan anak-anak muda Islam pun demikian mereka juga membentuk gerakan kepanduan, bernaung di organisai Jong Islamieten Bond (JIB) pemuda-pemuda Islam ini menderikan “Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPJ).
Sedangkan pemuda-pemuda yang nasionalis yakni berkumpul di organisasi Pemuda Indonesia mendirikan gerakan kepanduan dengan nama Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO).
Baca Juga: Sowan ke Abuya Muhtadi, Satpol PP Nusantara Minta Doa Diangkat Jadi PNS
Pada 23 Mei 1928, sebelum lahirnya Sumpah Pemuda, hasrat untuk bersatu bagi organisasi kepanduan yang banyak tersebut akhirnya melahirkan wadah baru yang disebut PAPI atau Persaudaraan Antar Pandu Indonesia.
Adapun gerakan kepanduan yang bersatu dalam PAPI terdiri dari; INPO, SIAP, NATIPJ, dan PPS.
Kemudian, pada April 1938 organisasi PAPI ini berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia atau BPPKI.
Sementara itu, pada zaman Indonesia merdeka, ada keinginan dari tokoh-tokoh kepanduan Indonesia untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia dan segera mengadakan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia.
Maka, pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta, Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia melahirkan wadah baru bernama Pandu Rakyat Indonesia.
Lantas kapan lahirnya Pramuka Indonesia dari sejarah panjang yang telah dijelaskan di atas?
Bersumber dari situs pramukarek.or.id, gerakan pramuka Indonesia baru lahir pada 14 Agustus 1961 dengan diresmikan langsung oleh Presiden Soekarno.
Kelahiran Gerakan Pramuka ditandai dengan lima hal yang bisa disimak di bawah ini, dikutip dari situs pramukarek.or.id.
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu:
Baca Juga: Link Nonton Drakor Big Mouth Episode 5 Sub Indo yang Aman Bukan di LK21, Telegram dan IndoXX1
1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya.
Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat Padat Menyambut HUT RI ke-77, Tema Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki
3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, serta penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961.
5. Selain pelantikan pengurus Gerakan Pramuka, pada tanggal 14 Agustus 1961 pula dilangsungkan defile Pramuka yang bertujuan untuk memperkenalkan secara resmi Gerakan Pramuka Indonesia kepada khalayak. Sejak itu, tanggal 14 Agustus kemudian dikenal sebagai HARI PRAMUKA.
Baca Juga: Nonton Drakor Big Mouth Episode 5 Sub Indo dan Full HD, Semakin Seru dan Tegang
Demikian itulah sejarah Pramuka Indonesia dari sejak zaman Hindia Belanda hingga Indonesia merdeka.***



















