BANTENRAYA.COM – Berikut kronologi singkat tentang perseteruan Marcel Radhival atau Pesulap Merah dan Gus Samsudin yang saat ini heboh dimedia online.
Kronologi Pesulap Merah dan Gus Samsudin berawal dari trik-trik yang dibongkar oleh Pesulap Merah mulai dari bakar tisu yang sempat viral di media sosial.
Pesulap merah sempat membongkar trik Gus Samsudin saat pembersihan rumah dari gangguan ghaib atau santet dan pengobatan yang tidak masuk akal menurutnya.
Hal itu lah yang membuat Pesulap Merah ingin sekali mendapat pembuktian tentang Gus Samsudin.
Apalagi dalam video yang beredar reaction Pesulap Merah langsung ditanggapi Samsuddin dengan menantang siapapun silahkan untuk datang ke Blitar.
“Jangan berani ngomong di youtube. Kalau berani datang ke padepokan. Demi Allah tidak akan saya usir. Datang ke sini, mau perang monggo. Mau datang baik-baik monggo,” Kata Gus Samsudin yang kutip dari berbagai sumber.
Baca Juga: Deretan Nama-Nama Parpol yang Mendaftarkan Diri Sebagai Peserta Pemilu 2024
Merasa sudah diijinkan datang, Pesulap Merah dan timnya akhirnya berangkat ke Blitar untuk melakukan pembuktian.
Dalam pengakuan yang dikutip dari kanal Youtube Marcel Radhival, tim Pesulap Merah melakukan perjalanan selama 14 jam yang menaiki kereta untuk menuju ke tempat padepokan.
Namun sayangnya disana Pesulap Merah di buat menunggu untuk bertemu dengan Gus Samsudin, dan ternyata setelah lama menunggu datanglah pengacara Gus Samsudin.
Baca Juga: Cek di Sini! Daftar Hari Besar di Bulan Agustus, Ada Hari Pramuka hingga Hari Kemerdekaan Indonesia
Dalam perbincangan antara Pesulap Merah dengan pengacara Gus Samsudin, pengacara Gus Samsudin seakan-akan tidak menerima laporan mengenaik kedatangannya.
Lalu Pesulap Merah menjelaskan bahka ia sudah menghubungi pihak Gus Samsudin, mereka pun berbincang dan bertemu di gerbang padepokan saja.
Setelah beberapa lama berbincang, kemudian Kepala Desa dan Gus Samsudin datang, namun karena sudah merasa lama menunggu tim dari Pesulap Merah ingin pulang saja karena sudah merasa lelah.
Baca Juga: Deddy Corbuzier Undang Kominfo di Podcast Close The Door, Bahas PayPal dan Judi Online?
Lalu kepala desa pun meminta Pesulap Merah menunjukan identitasnya, namun Ia menolak karena ia dan timnya memilih untuk pulang.
Insiden bertambah panas ketika Pesulap Merah yang ingin pulang dan belum sempat ia sempat di serobot atau diserang oleh seseorang.
Dalam akhir video yang di unggah oleh Pesulap Merah di kanal youtube nya menjelaskan kejadian setelah pulang dari padepokan.
Saat menuju stasiun, ia mengaku mendapat informasi dari warga Blitar bahwa ada timnya yang ditangkap.
Lalu Pesulap Merah memutuskan untuk mendatangi Polres Kabupaten Blitar untuk berjaga-jaga.
Ia didampingi pihak kepolisian, ia pun mengaku bertemu kepala desa yang sebelumnya ia temui di padepokan Gus Samsudin.
Pesulap Merah lalu mendapat penjelasan jika dua orang timnya hanya dimintai keterangan.
Setelah itu, ia mengaku dibawa ke Polres Kabupaten Blitar untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Lalu setelah kembali ke Jakarta, kabar bahwa Gus Samsudin dan kepala desanya mengejak bertemu.
Baca Juga: Mengenal Sosok Pesulap Merah, Marcel Radhival yang Bongkar Asal Ilmu Gus Samsudin Viral di TikTok
Namun karena kejadian beberapa hari yang lalu itu Pesulap Merah tak mau datang lagi ke Blitar, bahkan jika ingin Gus Samsudin silahkan datang menemui nya di Jakarta.
Kabar terbaru diketahui, padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin digeruduk warga setempat, kemarin Minggu 31 Juli 2022 penyebabnya, warga merasa resah.
Gus Samsudin menolak menutup padepokan secara permanen, lalu pada akhirnya setelah proses mediasi, kedua belah pihak sepakat padepokan ditutup sementara.***


















