BANTENRAYA.COM – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terbitkan edaran yang mengatur penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.
Aturan pengeras suara itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
Dalam pelaksanaannya, pemasangan pengeras suara harus dipisahkan antara pengeras suara yang difungsikan ke luar dan ke dalam masjid dan musala.
Menurut Menag, penggunaan pengeras suara di masjid dan musala merupakan kebutuhan bagi umat Islam.
Ia menegaskan, utamanya penggunaan pengeras suara sebagai salah satu media syiar Islam di tengah masyarakat.
Akan tetapu ada saat yang bersamaan, masyarakat Indonesia juga beragam, baik agama, keyakinan, latar belakang, dan lainnya.
Baca Juga: Nilai Harta Kekayaan Sekda Banten Al Muktabar, Punya Tanah di Jakarta hingga Mobil Senilai Miliaran
Sehingga perlunya upaya untuk merawat persaudaraan dan harmoni sosial.
“Pedoman diterbitkan sebagai upaya meningkatkan ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga masyarakat,” ujar Menag Yaqut, Senin 21 Februari 2022.
Dalam SE itu volume pengeras suara di masjid diatur sesuai kebutuhan dan dibatasi paling besar 100 desibel (dB).
Baca Juga: Dalam Hitungan Detik Minyak Goreng di Hypermart Kota Serang Langsung Lenyap
SE tersebut juga mengatur tersebut penggunaan pengeras suara sebelum azan.
Sebelum azan subuh, pembacaan Alquran atau selawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama 10 menit.
Sebelum azan Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya pembacaan Alquran atau selawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama 5 menit.
Baca Juga: Mengejutkan! Disney Akan Ambil Alih Film-Film Marvel dari Netflix Mulai Bulan Depan
Khusus hari Jumat pembacaan Alquran atau selawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama 10 menit. ***



















