BANTENRAYA.COM – Realisasi investasi di Kabupaten Lebak melesat hingga tembus Rp1,73 triliun selama 2025.
Angka itu melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lebak hingga 671 persen atau Rp258 miliar.
Kendati begitu, angka itu mengalami sedikit penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp1,8 triliun.
BACA JUGA: Riyan Hidayat Gantikan Kursi Ahmad Farisi di DPRD Provinsi Banten
“Realisasi investasi Lebak lampaui target RPJMD maupun provinsi mencapai Rp1,7 triliun tahun 2025,” kata Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin kepada Banten Raya, Selasa, 27 Januari 2026.
Erwin merincikan, investasi yang masuk sebagian besar didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp1,57 triliun.
Sementara itu untuk Penanaman Modal Asing (PMA) baru diangka Rp153 miliar.
“Penyerapan tenaga kerja mencapai 7.859, dengan jumlah perusahaan sebanyak 320 serta jumlah proyek sebanyak 2.802,” paparnya.
Erwin melanjutkan, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran masih menjadi top penyumbang realisasi investasi yang mencapai Rp601 miliar.
Selanjutnya diikuti transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp411 miliar, hingga perdagangan dan reparasi Rp127 miliar.
“Selain itu juga, industri mineral non logam menyumbang investasi Rp96 miliar serta hotel dan restoran Rp62 miliar,” tandasnya. (aldi)
















