BANTENRAYA.COM – Pemkot Serang tahun 2022 ini berencana merevitalisasi Iwak Banten untuk dijadikan pusat oleh-oleh khas Kota Serang.
Anggaran yang dialokasikan untuk merevitalisasi Iwak Banten sebesar Rp 1 miliar yang bersumber dari APBD Kota Serang tahun 2022.
Sekadar diketahui Iwak Banten berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman atau samping kanan gedung Golkar Kota Serang.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, revitalisasi Iwak Banten ini untuk dimanfaatkan sebagai sentra etalase pemasaran produk-produk khas Kota Serang.
Baca Juga: BPKAD Cari Alternatif agar JLS Tetap Asep Pemkot, Cari Anggaran Pemeliharaan JLS dari APBN
“Tujuannya agar ketika ada wisatawan yang ingin belanja oleh-oleh khas Kota Serang datang ke Iwak Banten,” ujar Yoyo Wicahyono, kepada Bantenraya.com, Kamis 3 Februari 2022.
Yoyo Wicahyono mengatakan, revitalisasi Iwak Banten untuk dijadikan pusat oleh-oleh khas Kota Serang.
“Jadi kalau ada tamu, wisatawan ke mana. Tidak seperti sekarang ke Pasar Lama, ke Kaujon, Pinggir Gerbang Tol. Tapi nanti cukup ke Iwak Banten, pusatnya di situ,” ujar Yoyo Wicahyono.
Yoyo Wicahyono mengatakan, memperkirakan pelaksanaan revitalisasi Iwak Banten dimulai pada triwulan kedua.
“Mudah-mudahan di triwulan kedua,” kata dia.
Sekretaris Disparpora Kota Serang Nursalim menjelaskan, revitalisasi Iwak Banten merupakan salah satu program unggulan Pemkot Serang tahun 2022.
“Ini masuk program unggulan,” jelas Nursalim, kepada Banten Raya.com.
Menurut Nursalim, seharusnya revitalisasi Iwak Banten sudah dimulai triwulan pertama.
“Harusnya Maret cuman, karena sistemnya simral jadi belum beres penginputan datanya,” ucap dia.
Nursalim menyebutkan, Iwak Banten akan ditata mulai dari kios-kiosnya sampai penataan lahan parkirnya.
“DEDnya sudah ada. Nanti ditata kembali kios-kiosnya, dan lahan parkir,” sebutnya.
Nursalim mengungkapkan, aset Iwak Banten baru diterima Pemkot Serang pada pertengahan tahun 2021, setelah sebelumnya dipinjamkan kepada Pemprov Banten.
“Asetnya sudah diserahkan dari Kabupaten Serang ke kita. Tapi nunggu karena Kabupaten Serang sempat meminjamkan ke provinsi. Nunggu kontraknya selesai, pertengahan 2021 baru diserahkan ke kita,” ungkapnya. ***



















