BANTENRAYA.COM – PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTAM; IDX: ANTM; ASX: ATM) anggota MIND ID, BUMN Holding Industri Pertambangan, mencatatkan pertumbuhan positif atas kinerja pada segmen nikel Antam pada periode tahun 2021 (unaudited).
Pertumbuhan positif PT Antam itu seiring dengan pemulihan kondisi ekonomi global serta tumbuhnya tingkat permintaan nikel untuk komoditas feronikel.
Pada 2021, PT Antam mencatatkan produksi feronikel unaudited sebesar 25.818 ton nikel dalam feronikel (TNi).
Baca Juga: Polres Pandeglang Mendadak Gelar Tes Urine ke Anggotanya, Hasilnya……
Kondisi ini relatif stabil jika dibandingkan tingkat produksi feronikel pada tahun 2020.
Direktur Utama Antam Nicolas D Kanter mengatakan, bahwa kinerja penjualan produk feronikel PT Antam pada tahun 2021 tercatat solid dengan volume penjualan unaudited mencapai 25.992 TNi.
“Capaian kinerja produksi dan penjualan segmen nikel Antam yang solid pada tahun 2021 mencerminkan upaya kami untuk menjaga pertumbuhan kinerja Perusahaan yang positif pada tahun 2021,” kata Nico kepada wartawan di Jakarta, Senin 24 Januari 2022.
Baca Juga: Jalan di Kota Cilegon Ini Rusak Parah, Anggota DPRD Ingatkan Pemkot Tak Tutup Mata
Ia menjelaskan, kondisi tersebut seiring dengan tingkat pertumbuhan permintaan produk komoditas Antam yang positif.
“Kami mengoptimalkan capaian kinerja produksi dan penjualan komoditas utama Perusahaan dengan menjaga biaya produksi tetap efisien,” ujarnya.
Nico menuturkan, pada tahun 2021 produksi bijih nikel unaudited Antam yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam dan penjualan kepada pelanggan domestik mencapai 11,01 juta wet metric ton (wmt).
Baca Juga: Jalan di Kota Cilegon Ini Rusak Parah, Anggota DPRD Ingatkan Pemkot Tak Tutup Mata
Jumlah tersebut meningkat 131 persen dibandingkan tingkat produksi tahun 2020 sebesar 4,76 juta wmt.
Capaian kinerja penjualan bijih nikel unaudited Antam di tahun 2021 mencapai 7,64 juta wmt, tumbuh 132 persen dari realisasi penjualan di tahun 2020 sebesar 3,30 juta wmt.
Itu seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri.
Baca Juga: Kejar Target Kredit Rp4,8 Triliun di 2022, Bank Banten Sisir ASN Pemprov Banten di KP3B
Pada tahun 2021 Antam fokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel dalam menghadapi tantangan volatilitas harga komoditas global.
Kemudian, Antam berfokus pada upaya penurunan biaya produksi serta implementasi kebijakan strategis terkait inisiatif efisiensi biaya yang tepat dan optimal.
Sementara itu, Pemerhati pasar modal yang juga Ketua Harian Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Koordinator Jawa Barat Acuviarta Kartabi mengapresiasi kinerja Antam.
Baca Juga: Bakal Dihapus di 2023, Honorer Minta Pemprov Banten Jangan Diam Saja
Menurutnya, meskipun terjadi penurunan harga saham emiten belakangan ini namun hal itu lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal, seperti kondisi pandemi Covid-19 varian Omicron yang besar pengaruhnya terhadap pasar global.
Sementara dari aspek internal, termasuk kinerja perusahaan, masih dianggap positif sehingga menjadi faktor penunjang saham Antam bisa secepatnya rebound.
“Secara kinerja masih sangat bagus, sangat positif. Sahamnya masih sangat prospektif. Kemarin saja saham Antam sudah naik 245 poin atau sekitar 12 persen,” ujar Acuviarta Kartabi.
Ia menjelaskan, sebelum ditemukannya varian Omicron, sebenarnya harga komoditi tambang sedang booming sehingga mendongkrak harga saham emiten pertambangan.
Situasi berubah setelah munculnya varian Omicron sehingga memicu sentimen pasar global yang tidak menguntungkan.
Kondisi tersebut memang tidak bisa terelakkan. Sebab, permintaan pasar global yang selama ini jadi tujuan ekspor terpengaruh oleh faktor varian Omicron.
Baca Juga: Sepeda Motor Masuk Tol Tangerang Merak Kembali Viral, Kejadian di Cilegon
Hanya saja, Acuviarta tetap optimistis saham Antam bisa secepatnya rebound. Sejumlah faktor disebut Acuviarta bisa menjadi pemicu rebound-nya harga saham Antam ini.
“Rebound-nya saham Antam di-drive berbagai faktor. Salah satu-nya adalah kebijakan hilirisasi yang komoditas tambang yang sudah on the track,” papar Acuviarta.
Kebijakan hilirisasi ini yang diterapkan pemerintah, kata Acuviarta, akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan tambang yang telah menerapkannya.
Baca Juga: Gawat! Gerakan Pemuda Dayak Buru Edy Mulyadi yang Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak
Dengan kebijakan ini, produk olahan tambang tidak hanya dapat diserap oleh pasar ekspor, tetapi juga bisa dipakai memasok kebutuhan di dalam negeri yang terus meningkat.
Kemudian, bagi sejumlah negara yang selama ini jadi pasar ekspor, produk tambang Indonesia tetap menjadi prioritas, terutama sekali negara-negara yang tidak memiliki sumber daya tambang yang mumpuni sehingga harus mengimpor dari Indonesia.
“Kekayaan hasil tambang Indonesia cukup melimpah. Dengan upaya hilirisasi dan pemenuhan green industry yang jadi tuntutan global,” tuturnya.
Baca Juga: Relawan Ganjar Pranowo se Banten Bertemu di Lebak dan Bahas Deklarasi Serta Pemenangan di Pilpres
“Saya rasa saham perusahaan tambang seperti Antam tetap memiliki prospek sangat bagus. Kalau-lah saat ini melemah itu hanya semacam siklus saja. Sahamnya akan cepat rebound,” jelasnya.
Oleh karenanya, Acuviarta berkeyakinan saham Antam tetap menjadi primadona di bursa saham. Bagi investor sendiri, sebut Acuviarta, menyikapi wait and see kondisi saat ini.
Kemudian, investor menunggu sekali bagaimana upaya-upaya pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 varian Omicron supaya tidak meluas.
Baca Juga: Bisa Dicoba! Kaya Akan Vitamin, 5 Pilihan Buah-buahan Ini Dapat Atasi Vertigo
Acuviarta menuturkan, kinerja positif yang telah ditunjukkan Antam tentu saja tetap harus didukung dengan kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 varian Omicron.
Sebab, pandemi ini bisa berpengaruh sangat dominan terhadap naik turunnya harga saham di bursa saham. ***



















