BANTENRAYA.COM – Gubernur Banten Andra Soni menagih komitmen pengelola Jalan Tol Tangerang–Merak (Tamer) untuk segera menuntaskan perbaikan sejumlah titik jalan yang rusak sebelum arus mudik Lebaran.
Permintaan itu disampaikan Gubernur Banten setelah pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait kondisi jalan tol yang berlubang dan dinilai membahayakan para pengguna kendaraan.
Andra mengatakan, laporan tersebut banyak berasal dari warga yang melintas di jalur tol utama penghubung Jakarta hingga Pelabuhan Merak itu.
BACA JUGA: Update Info Mudik: Pelabuhan Ciwandan Siapkan Buffer Area Hingga Pembebasan Biaya Rp 0 Rupiah
Ia menilai perbaikan harus segera diselesaikan sesuai target yang sebelumnya telah disepakati bersama.
“Saya dapat masukan beberapa keluhan dari masyarakat terkait dengan jalan tol. Nah, kami sudah komunikasikan dengan pihak pengelola jalan tol untuk targetnya H-10 harus bisa selesai,” kata Andra, Selasa 10 Maret 2026.
Andra menuturkan, penyelesaian perbaikan jalan tol sebelum puncak arus mudik merupakan komitmen bersama dalam rangka memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman melalui jalur tersebut.
BACA JUGA: Gugatan Tukang Ojek Pangkalan di Pandeglang ke Bupati dan Gubernur Berakhir Mediasi
Ia mengingatkan bahwa target penyelesaian pekerjaan sebenarnya telah disepakati dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Perhubungan yang digelar sebelum bulan Ramadan.
“Sesuai dengan apa yang kita rakorkan bersama dengan Kementerian Perhubungan belum lama sebelum bulan puasa, itu pihak-pihak terkait ditargetkan H-10 harus sudah selesai,” ujarnya.
Kendati demikian, Andra mengakui jika dalam beberapa hari terakhir proses perbaikan di lapangan sempat terkendala oleh tingginya curah hujan yang terjadi di sejumlah wilayah.
“Namun memang kalau kita melihat kondisi beberapa hari ini curah hujan masih tinggi dan itu sedikit banyak menghambat proses perbaikan-perbaikan,” tuturnya.
“Namun upaya-upaya perbaikannya tetap harus di lakukan karena ini menjadi sebuah tanggung jawab bagi kita untuk melaksanakannya,” katanya.
Andra berharap kondisi cuaca dapat segera membaik sehingga pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan jalan tol dapat diselesaikan tepat waktu.
“Semua pihak sedang melakukan upaya perbaikan agar arus mudik terasa aman dan nyaman. Targetnya tetap H-10 harus selesai,” ujarnya.
Diketahui, Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026, sehingga batas waktu penyelesaian perbaikan jalan tol tersebut berada sekitar sepuluh hari sebelum tanggal tersebut.
Sementara itu, Head of Corporate Communications & Sustainability Management ASTRA Infra, Uswatun Hasanah, dalam keterangan tertulisnya menyatakan jika pihaknya tengah menyiapkan berbagai langkah pemeliharaan infrastruktur jalan untuk menghadapi arus mudik Lebaran.
Menurutnya, pemeliharaan perkerasan jalan saat ini masih berlangsung dan ditargetkan selesai paling lambat H-10 Lebaran.
“ASTRA Infra juga mempersiapkan infrastruktur jalan dengan melakukan pemeliharaan perkerasan jalan yang akan selesai pada maksimal H-10 Lebaran,” ujarnya.
Selain perbaikan jalan, pihaknya juga melakukan pembersihan drainase secara rutin untuk mengantisipasi banjir akibat cuaca ekstrem, memperkuat beberapa titik lereng guna mencegah longsor, serta memasang moveable concrete barrier (MCB) dan geobag untuk mencegah luapan air ke badan jalan.
“Selain itu, juga dipastikan perambuan dalam kondisi baik untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” kata Uswatun. ***
Ilustrasi : Jalan Tol Tangerang-Merak yang banyak dikeluhkan masyarakat akibat banyak lubang. (Raffi/Banten Raya)
















