BANTENRAYA.COM – Pelabuhan Ciwandan menyiapkan buffer area hingga pembebasan biaya Rp 0 rupiah menjelang musim mudik dan balik Lebaran 2026..
General Manager PT Pelindo Regional 2 Banten Benny Ariadi mengatakan, pihaknya menyiapkan buffer area di Pelabuhan Ciwandan selama arus mudik Lebaran 2026.
Buffer area kendaraan juga disiapkan di beberapa titik di Pelabuhan Ciwandan, seperti Lapangan Penumpukan C dengan kapasitas sekitar 2.500 sepeda motor, Lapangan Penumpukan B dengan kapasitas 400 sepeda motor.
BACA JUGA: Gugatan Tukang Ojek Pangkalan di Pandeglang ke Bupati dan Gubernur Berakhir Mediasi
Lapangan Penumpukan 005 dan 001 dengan kapasitas 150 truk atau 1.500 motor, serta Lapangan Penumpukan E yang difungsikan sebagai buffer area cadangan bagi truk dengan kapasitas sekitar 200 unit.
“Sebagai bagian dari dukungan terhadap operasional Angkutan Lebaran, Pelabuhan Ciwandan menyediakan sejumlah infrastruktur utama yakni Dermaga 05A, Dermaga 07 dan Dermaga 02,” katanya kepada Banten Raya, Selasa 10 Maret 2026.
Dermaga 05A memiliki dua tambatan dengan panjang sekitar 403 meter untuk melayani kapal Ro-Ro berukuran besar.
BACA JUGA: Warga Jawa Tengah Tenggelam di Perairan Puloampel, Pencarian Jenazah ABK Masih Dilakukan
Dermaga 07 dengan satu tambatan sepanjang 131 meter, serta Dermaga 02 yang memiliki satu tambatan dengan panjang 38 meter digunakan untuk kapal Ro-Ro kecil.
Pihaknya memastikan keamanan dan kelancaran layanan selama Angkutan Lebaran 2026 ini berjalan lancar.
Mulai dari kesiapan kapal tunda, unit pemadam kebakaran, hingga sarana pelayanan di area Pelabuhan Ciwandan.
“Kami juga menyediakan tenda layanan, toilet portable, muhsola, rambu-rambu pengarah, tolo-tolo, toll gate, ambulan, bengkel, kios pengisian bahan bakar dan UMKM,” ungkapnya.
Selain kesiapan fasilitas, Pelindo Regional 2 Banten juga memberikan dukungan pelayanan selama periode Angkutan Lebaran tahun 2026 ini.
Tahun 2026 ini juga terdapat pembebasan tarif pelayanan jasa kepelabuhanan seperti jasa pandu, tunda, dan tambat, serta pembebasan biaya Pas pelabuhan menjadi Rp0 (nol rupiah).















