BANTENRAYA.COM – Surat Keputusan (SK) Ketua RT dan RW di Kota Cilegon bisa digadaikan ke Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM).
Di mana, itu bertujuan untuk bisa mengembangkan ekonomi RT dan RW terutama yang memiliki unit usaha.
Jumlah Ketua RT dan RW sendiri di Kota Cilegon mencapai 1.538 orang dengan mendapatkan Rp1 juta per bulan.
Untuk pinjaman modal sendiri yang sudah bergulir untuk UMKM di Kota Cilegon hingga Rp10 juta dengan bunga nol persen. Dimana, bunga tersebut sudah dibayarkan dari pemerintah.
Walikota Cilegon Robinsar menjelaskan, BPRS CM menjadi salah satu BUMD yang menjadi sorotan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di mana, salah satunya harus membangun bisnis yang minim risiko seperti pinjaman dari honor daerah.
“Jadi ada rekomendasi dari OJK, keredit dengan risiko minim seperti pinjaman ASN dan honor RT dan RT. Nantinya honor itu akan ditarik dari BJB. Honor RT dan RW yang punya UMKM bia dujaminkan ke BPRS CM agar perkonomian meningkat dan itu pasti aman karen gajinya di kita (APBD Pemkot Cilegon),” katanya, Senin (23/2/2026).
Robinsar menyampaikan, yang terpenting bagi BPRS CM adalah pemulihan, sehingga bisnis minim risiko harus dilakukan.
“BPRS CM sekarang dalam rangka pemulihan tidak bicara profit tapi sehat dahulu. Jadi honor-honor dari kita bisa dilakukan dalam bentuk pinjaman,” jelasnya.
Robinsar menegaskan, pihaknya akan fokus dalam pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Hal itu agar nantinya BUMD bisa menghasilkan profit untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Selain BPRS CM, PT PCM (Pelabuhan Cilegon Mandiri) juga dorong untuk bekerjasama dengaj industri yang ada. Serta PDAM CM (Perusahaan Daerah Air Minum Cilegon Mandiri) akan memperluas bisnisnya hingga daerah utara,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur BPRS CM M Yoka Desthuraka mengungkapkan, akan ada 3 honor yang dialihkan ke BPRS CM yakni PPPK, RT dan RW serta ASN.
Di mana, akan ada juga pembiayaan atau pinjaman kepada ketiganya.
“Pembiayaan ke PPPK, ASN dan RT serta RW. Kita sedang On Proses perpindahan penggajian dari BJB ke BPRS CM,” tegasnya.
Yoka menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan ekspansi bisnis pengambangan BPRS CM dengan sumber saya yang ada dan juga efektifitas dalam Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (Bopo).
Hal itu untuk bisa menguatkan lukuiditas dan rasio kas yang baik.
“Kami melihat lihat struktur likuditasnya yang awal diperbaiki dengan pengutan funding dan jaringan yang dibutuhkan. Pemkot sangat mendukung dimana ada nasabah RT dan RW sesuai dengan imbauan dari Walikota Cilegon. Kedepan harapannya saat melakukan pembiayaan lebih pruden lagi dan masalah yang ada dipetakan sebaik mungkin dan pembiayaan yang sudah ada juga baik-baik saja dengan memanfaatkan captive market dengan pembiyaan yang sifatnya internal,” jelasnya. (Uri)















