BANTENRAYA.COM – Ribuan truk angkutan tambang terus memadati Jalan raya Bojonegara-Puloampel di luar jam operasional yang tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgup) Banten Nomor 567 tahun 2025.
Kemacetan yang terjadi saat ini dinilai jauh lebih parah dibandingkan dengan tiga bulan yang lalu bahkan industri di Serang barat mengalami kerugian yang cukup besar.
Tokoh masyarakat Bojonegaera Sufyani Sidik mengatakan, banyaknya truk angkutan tambang juga membuat masyarakat lokal kesulitan untuk melintasi jalur tersebut.
“Seharusnya dari jembatan Terate, Kecamatan Kramatwatu sampai kampung Candi di Kecamatan Puloampel itu ditempuh setengah jam, tapi sekarang malah jadi empat empat jam,” ujarnya, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir ini sebanyak 2.000 truk tambang antre dari jembatan Terate sampai masuk perusahaan tambang.
BACA JUGA: Habis Kesabaran, Warga Bojonegara dan Puloampel Bersiap Aksi Besar-besaran dan Tutup Semua Tambang
“Itu jaraknya sekitar 18 kilometer. Kalau saya hitung dari jembatan Terate sampai Kampung Candi itu ada sekitar 2.000 truk,” katanya.
Sufyani menuturkan, truk tersebut antre menuju lokasi tambang terbesar di Kecamatan Puloampel sehingga membuat kemacetan panjang bahkan di waktu siang
“Truk itu menuju tambang besar seperti PT Alfa Granitama, PT Gandasari, PT SPW dan PT Bukit Sanur. Kemacetan ini juga disebabkan kondisi jalan sempit dan tidak ada jalan alternatif lain,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kemacetan panjang tersebut juga mengakibatkan kerugian bagi para pelaku usaha termasuk perusahan besar karena keterlembatan kerja karyawan dan susah melakukan pengiriman produk.
“Kemarin saya menghitung bersama forum HRD Serang Barat. Ada sekitar 20 perusahaan yang mengalami kerugian hampir Rp200 juta perhari, mulai dari pabrik gula, konstruksi baja, dan pabrik kimia,” paparnya.
BACA JUGA: Infinix Note Edge 5G, HP Rp3 Jutaan Punya Desain Ala iPhone
Rencananya masyarakat Kecamatan Bojonegara dan Puloampel akan melakukan konsolidasi besar-besaran untuk menyikapi fenomena kemacetan yang cukup parah tersebut.
“Warga Kecamatan Bojonegara dan Puloampel akan konsolidasi besar-besaran di gedung PGRI Kecamatan Puloampel pada Sabtu 14 Februari 2026,” tuturnya.***















