BANTENRAYA.COM – Gerakan Masyarakat Bojonegara Puloampel (GEMA BP) mengancam lakukan aksi besar-besaran dan menutup semua tambang yang ada di wilayahnya.
Peringatan tersebut disampaikan lantaran terjadinya kemacetan panjang imbas truk tambang yang kembali membanjiri Jalan Raya Bojonegara-Puloampel sehiungga mengakibatkan kemacetan panjang dalam beberapa hari terakhir.
Koordinator Presidium GEMA BP Ari Dailami mengatakan, kondisi Jalan Raya Bojonegara-Puloampel jauh lebih buruk dibandingkan krisis kemacetan yang terjadi tiga bulan lalu.
BACA JUGA: Dilaporkan Mantan Sekda Kota Cilegon ke PTUN, Robinsar Tegaskan Tak Pernah Gentar
Padahal jalur tersebut sempat mengalami normalisasi selama satu bulan paska masyarakat Bojonegara dan Puloampel melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran.
“Ini adalah pengkhianatan terhadap kenyamanan warga. Setelah sempat lenggang pasca aksi kami tiga bulan lalu, kini kemacetan kembali terjadi bahkan jauh lebih parah,” ujarnya, Rabu 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kemacaten panjang itu terjadi akibat banyak truk tambang yang eksodus dari daerah lain dan mmebuat warga lokal kesulitan beraktivitas baik untuk bekerja maupun sekolah.
BACA JUGA: Berkonsep One Stop Service, RS Primaya Tangerang Hadirkan Poliklinik Eksekutif Transformasi
“Kami melihat ada indikasi pembiaran sistematis. Negara seolah kalah oleh pengusaha tambang dan truk ODOL yang merampas hak jalan warga lokal,” katanya.
Ari menuturkan, perbaikan jalan tanpa ada rekayasa lalu lintas yang baik juga memperburuk keadaan karena banyak masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas.
“Hari ini ada korban lagi. Kecelakaan motor adalah bukti nyata bahwa jalan ini sudah tidak lagi manusiawi. Perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah justru menjadi simpul macet yang mematikan karena tidak ada pembatasan volume kendaraan berat,” jelasnya.
Pihaknya menuntut Pemprov Banten untuk melakukan tindakan tegas terhadap truk yang melanggar aturan muatan tanpa kompromi.
“Segera percepatan perbaikan jalan dengan sistem sif 24 jam dan penempatan petugas rekayasa lalu lintas di setiap titik proyek,” paparnya.
GEMA BP juga mendesak pencopotan pejabat yang berwenang jika dalam waktu 3×24 jam tidak ada perubahan signifikan di jalan raya Bojonegara-Puloampel
Ari mengancam akan melakukan aksi besar-besaran dan menutup semua tambang jika tidak ada langkah nyata dalam meredam kemaceten.
“Jika tidak ada kebijakan nyata kami pastikan Gema BP akan bergerak secara masif. Kami akan mengepung Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) dan menutup semua perusahaan tambang sampai tuntutan kami dipenuhi,” tuturnya. ***
















