BANTENRAYA.COM – Pengurus Besar Mathlaul Anwar (PBMA) resmi meluncurkan program Sertifikasi 1000 Dai Mathlaul Anwar yang berlangsung di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, Kota Serang.
Program Sertifikasi 1000 Dai Mathlaul Anwar diinisiasi secara langsung oleh Bidang Dakwah PBMA yang bertujuan memperkuat kualitas, integritas, dan standar etik para pendakwah Mathlaul Anwar di seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan program Sertifikasi 1000 Dai Mathlaul Anwar tersebut, turut dihadiri secara langsung oleh Ketua Umum PBMA KH. Embay Mulya Syarief, Ketua Bidang Dakwah KH. Hasani Ahmad Said, Ketua Dewan Fatwa Prof. Syibli Sarjaya, Direktur Badan Riset dan Inovasi Anwar Asep Rahmatullah, Kepala Kanwil Kemenag Banten KH. Amrullah, serta sejumlah tokoh Mathlaul Anwar lainnya, termasuk KH. Jazuli Juwaini.
BACA JUGA: Habis Kesabaran, Warga Bojonegara dan Puloampel Bersiap Aksi Besar-besaran dan Tutup Semua Tambang
Gelombang pertama Sertifikasi Dai Mathlaul Anwar, sebanyak 150 orang peserta mengikuti proses sertifikasi yang akan dibekali dengan materi intensif selama 1 hari penuh, yang meliputi penguatan Manhaj Dakwah Etika Komunikasi Publik, Moderasi Beragama, hingga Wawasan Kebangsaan.
Sambutan Ketua Bidang Dakwah Pengurus Besar Mathlaul Anwar
Ketua Bidang Dakwah PBMA, KH. Hasani Ahmad Said, menjelaskan bahwa program ini secara khusus mengusung konsep Dai Rahmatan Lil’alamin.
“Kami menamai program ini dengan semangat Dai Rahmatan Lil ‘alamin karena dakwah Mathla’ul Anwar harus menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dakwah bukan untuk memecah belah, bukan untuk menebar kebencian, tetapi untuk menebarkan kasih sayang, kedamaian, dan solusi atas problem umat,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Hasani juga menyampaikan bahwa pendakwah Mathla’ul Anwar harus mampu menjadi jembatan persatuan dan penguat harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat yang majemuk.
BACA JUGA: Pandeglang Masuk Radar Lumbung Pangan Nasional, Harapan Prabowo Tersemat di Sana
“Dai Mathla’ul Anwar harus menjadi penyejuk, bukan pemicu konflik. Harus menjadi pengayom, bukan provokator. Inilah makna rahmatan lil ‘alamin yang ingin kita tegaskan melalui program sertifikasi ini,” katanya.
Hasani menyebutkan bahwa peserta Sertifikasi 1000 Dai Mathlaul Anwar yang dinyatakan lulus dalam ujian akhir akan memperoleh pengakuan resmi berupa gelar non-akademik.
“Peserta yang lolos ujian akhir akan mendapatkan gelar non-akademik Certificate Da’i Mathla’ul Anwar atau disingkat C.DAIMA,” tegasnya.
Ketua Umum PBMA KH Embay Mulya Syarief menegaskan bahwa penguatan Bidang Dakwah merupakan sebuah ruh yang dilaksanakan oleh gerakan Mathla’ul Anwar.
“Penguatan bidang dakwah adalah ruh gerakan Mathla’ul Anwar. Program pengembangan 1000 Dai dan Daiyah Mathla’ul Anwar ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan dakwah yang mencerahkan dan menyejukkan,” kata KH Embay.
BACA JUGA: Berkonsep One Stop Service, RS Primaya Tangerang Hadirkan Poliklinik Eksekutif Transformasi
Dirinya juga menekankan bahwa penguatan kapasitas Dai akan difokuskan pada wilayah-wilayah basis tradisional Mathla’ul Anwar di beberapa wilayah.
“Paling tidak, penguatan ini difokuskan pada basis-basis tradisional Mathla’ul Anwar seperti Banten, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Barat, dan Riau,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua OC Muktamar, sekaligus Direktur Badan Riset dan Inovasi Mathla’ul Anwar, Asep Rohmatullah, mengungkapkan bahwa Launching 1000 Dai adalah sebuah bagian dari agenda Muktamar MA ke-21.
“Program Sertifikasi 1000 Dai Mathla’ul Anwar itu bagian dari rangkaian Muktamar 2026 dan dirancang sebagai agenda berkelanjutan yang akan dilaksanakan hingga April mendatang, tepatnya sebelum acara Muktamar Mathla’ul Anwar yang ke 21 dilaksanakan pada 11-13 April 2026,” tutupnya. ***
















