BANTENRAYA.COM – Di sela pelaksanaan Seminar Internasional Universitas Mathla’ul Anwar atau UNMA Banten yang mengusung tema “Global Education Transformation 2026,” KH. Jazuli Djuwaeni melaksanakan peninjauan secara ngsung progres pembangunan masjid kampus UNMA yang hingga kini masih dalam tahap penyelesaian.
Kunjungan peninjauan pembangunan masjid kampus UNMA Banten ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan menuju Muktamar Mathla’ul Anwar yang akan diselenggarakan di Serang pada 11-14 April 2026.
Dalam peninjauan tersebut, KH. Jazuli didampingi oleh Dekan Fakultas Agama Islam UNMA Banten Dr. Eneng Humaeroh, Dekan FKIP UNMA Dr. Asep Sahrudin, serta Ketua OC Muktamar MA Asep Rahmatullah, M.Fil.
BACA JUGA: Bikin Candu! 3 Wisata Budaya di Banten Ini Cocok Jadi Destinasi Liburan Akhir Pekan
Masjid kampus UNMA Banten diharapkan dapat segera rampung sebelum bulan Ramadhan, sehingga dapat digunakan sebagai pusat ibadah dan pembinaan spiritual bagi dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Jazuli Djuwaeni menyampaikan komitmennya untuk turut membantu percepatan penyelesaian pembangunan masjid.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan UNMA agar semakin maju, adaptif, dan modern dalam menjawab tantangan pendidikan global.
“Masjid kampus bukan hanya bangunan fisik, tetapi pusat peradaban, pusat pembinaan akhlak, dan ruh dari kehidupan akademik. UNMA memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai kampus yang unggul berbasis nilai keislaman dan kebangsaan,” kata KH. Jazuli.
Seminar Internasional UNMA Undang Narasumber dari Berbagai Negara
Seminar internasional yang diselenggarakan pada hari yang sama menghadirkan narasumber dari Finlandia, Malaysia, BRIN, dan akademisi UNMA Banten diikuti sekitar hampir seribu peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, guru-guru Mathla’ul Anwar, pengurus dan kader-kader MA se-Banten.
Kegiatan ini mempertegas posisi UNMA Banten sebagai kampus yang aktif membangun jejaring global, sekaligus menguatkan identitas keislaman yang moderat dalam tradisi Mathla’ul Anwar.
BACA JUGA: Daftar 14 Pejabat Eselon II Pemkot Cilegon yang Dijamin Tak Kena Mutasi Gelombang I Besok
Dekan FAI UNMA, Dr. Eneng Humaeroh, menyampaikan bahwa kehadiran KH. Jazuli tersebut menjadi sebuah energi moral bagi sivitas akademika.
“Kunjungan ini bukan sekadar peninjauan pembangunan, tetapi penguatan komitmen bersama bahwa transformasi pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan spiritualitas kampus, bahkan akan memperkuat sinergi PBMA dengan UNMA ke depan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa menjelang Muktamar Mathla’ul Anwar, UNMA tidak hanya mempersiapkan agenda organisatoris, tetapi juga memperkuat fondasi peradaban kampus: pendidikan yang berkelas dunia, berakar pada nilai peradaban Islam, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. ***



















