BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Serang melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Metta Group yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS di Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.
Kerjasama tersebut dilakukan supaya aluran listrik dapat terpenuhi selama 24 jam di Pulau Tunda.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan tindak lanjut penandatanganan Perjanjian Kerja Sama atau PKS yang sebelumnya dilakukan di Desa Wargasara.
“Ini tindak lanjut dari PKS yang telah di lakukan oleh Metta Group dengan BUMDes yang ada di Wargasara. MOU ini dalam rangka penyediaan pembangkit listrik tenaga surya,” ujarnya di Pendopo Bupati, Jumat 23 Januari 2026.
BACA JUGA: 65 Pekerja di Kabupaten Lebak Jadi Korban PHK Sepanjang 2025
Ia menjelaskan, Pulau Tunda menjadi pilot project dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) yang memberikan solusi penyediaan listrik tenaga surya.
“Ini patut kita syukuri bersama, Pemkab Serang mengucapkan terimakasih banyak kepada Kemendes PDT. Pasti nya ini akan bermanfaat terutama bagi warga Pulau Tunda,” katanya.
Zakiyah menuturkan, selama bertahun-tahun warga Pulau Tunda hidup dengan listrik selama 12 jam per hari sehingga PLTS tersebut diharapkan bisa mengaliri listrik selama 24 jam.
“Ini merupakan tanggungjawab Pemda untuk memastikan warga kami mendapatkan pelayanan atau akses layanan dasar yang berkeadilan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, selain membuat PLTS, PT Metta Group juga akan membuatkan Cold Storage sebagai tempat untuk menyimpan ikan para nelayan.
BACA JUGA: Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia hingga Tingkatkan Produktivitas, Desa Bayah Timur Juara 1 Gapoktan Berprestasi
“Karena disana itu ada sektor perikanan, jadi tentu cold storage ini sangat penting supaya meningkatkan nilai ekonomi dari sektor perikanan,” paparnya.
CEO Auraora Power Indonesia Katamsi Ginano mengatakan, pembangunan PLTS di Pulau Tunda tersebut berbentuk investasi dan listrik yang dihasilkan juga cukup besar.
“Ini bukan hibah, ini investasi, pasokan listrik yang dihasilkan juga cukup besar karena kami memasang 700 kfa tapi dengan Tiga baterai besar. Nilai invkali,” ungkapestasi akan kita umumkan setelat ada PKS dengan BUMDes,” ujarnya.
Kepala Desa Wargasara Hasyim mengatakan, PLTS yang akan dibangun oleh Metta Group tersebut sangat menunjang kebutuhan masyarakat sebnayak 477 kepala keluarga dan 300 rumah.
“Selama ini pake PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Deasel), yang mengelola Bumdes, dan menyala 12 jam. Kami juga sangat sulit untuk mengelola karena membeli BBM nya yang sangat sulit senya,” ungkapnya.***



















