BANTENRAYA.COM – Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran membuat program baru untuk menanggulangi permasalahan sampah yang ada wilayahnya.
Program tersebut dinamakam Singandheula Mengoalah Sampah (SMS) dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta.
Kepala Desa Sindangheula Suheli mengatakan, program tersebut dibuat karena masyarakat sempat kesulitan untuk menangani sampah.
“Sekarang itu sudah sulit untuk membuangnya. Maka kami hadir untuk mengatasi masalah tersebut. Kita membuat tempat untuk lokasi pengolahan,” ujarnya, Selasa 20 Januari 2026.
Ia menjelaskan, di lokasi pengolahan tersebut disediakan sebanyak tiga alat untuk memilah, mencacah dan mesin pengayak sampah untuk membuat maggot.
“Sampah kita masukkan ke dalam mesin, nanti akan terpilah sendiri. Kemudian sampah yang susdah terpilah dicacah sehingga lebih cepat terurai, terus kita buat paving blok,” katanya.
Suheli menuturkan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan pihak-pihak yang biasa menerima cacahan plastik yang memiliki kualitas tinggi untuk dibuat biji plastik.
BACA JUGA : 600 Ton Sampah Dihasilkan Warga Lebak Setiap Hari, Separuhnya Terbuang ke Kebun
“Kemudian kita punya mesin pengayak sampah yang ending-nya menjadi pupuk kompos dan dijadikan makanan maggot. Kemudian maggotnya kita gunakan untuk pakan budidaya ikan lele dan nila,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, program tersebut sudah jalan selama satu pekan dimana setiap harinya mampu mengolah sampah sebanyak tiga bak cator.
“Kita baru merekrut empat orang, baik untuk ngangkut ataupun mengolah. Jadi setelah ngangkut diolah gitu tuh. Jadi selama sepakan sudah 21 cator sampah yang kita olah,” paparnya.
Untuk mengolah sampah tersebut, pihaknya menganggarkan Rp200 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2025.
“Kurang lebih Rp200 jutaan dan untuk gajinya sekitar Rp750.000 per orang. Kita membuat program ini dalam rangka mengimplementasikan hasil kunjungan ke Korea Selatan tahun lalu,” tuturnya. (***)















