BANTENRAYA.COM – Seluruh kamar hotel yang berada di Kota Cilegon diminta oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kota Cilegon untuk dapat menyediakan layanan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khas Kota Cilegon.
Program tersebut merupakan sebagai salah satu upaya Dinkop UKM Kota Cilegon untuk dapat memperluas jaringan pengenalan UMKM khas Cilegon kepada khalayak umum.
Kepala Bidang UMKM Dinkop-UKM Cilegon Heryati mengatakan, jika produk UMKM khas Cilegon berada di hotel maka dapat dikenal lebih luas oleh para tamu hotel yang bukan hanya warga Cilegon saja.
BACA JUGA: Tebang Pohon di Kawasan TNUK, Dua Warga Pandeglang Diamankan
“Adanya produk UMKM di hotel ini sangat memfasilitasi untuk UMKM ya. Kami berharap kepada para hotel mitra binaan kami produk UMKM nya dapat masuk ke bagian layanan hotel,” kata Heryati kepada Banten Raya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu
Pihaknya telah bertemu dengan para pihak beberapa pihak dan saling berkoordinasi untuk rencana tindak lanjut program tersebut kedepannya.
“Kami sudah berkoordinasi bukan hanya dengan hotel saja, tapi dari Bank Indonesia juga nantinya akan membantu dalam modalnya, dan ada SPPG juga bisa berkolaborasi untuk UMKM,” terangnya.
Dirinya sangat termotivasi dengan kota kabupaten lain yang menampilkan produk UMKM daerahnya di kamar hotel.
Sehingga para tamu dari luar kota kabupaten lain dapat sekaligus mencoba UMKM khas daerah tersebut.
“Saya waktu itu pernah datang ke Palembang, dan di kamar hotelnyq unik disediakan ada makanan khas Palembangnya,” ujarnya.
Maka pihaknya tengah berkoordinasi supaya program tersebut dapat berjalan untuk dapat menyediakan UMKM khas Cilegon seperti gipang, gegetas, dan lain-lain berada di kamar hotel.
“Cilegon itu bisa seperti di daerah lain yang produk UMKM nya bisa disimpan di kamar supaya tamu yang datang ke Cilegon itu bisa mengenal makanan khas Cilegon,” jelasnya.
Menurutnya, para hotel di Kota Cilegon dapat mulai mencoba menyediakan layanan kamar selain include dengan makanan berat, juga include dengan produk UMKM.
“Produk UMKM bukan hanya di pojok lobby saja tapi bisa jadi welcome drink welcome snack, kita berharap di kamarnya juga disediakan tapi harganya sudah include dengan harga kamarnya,” pintanya.
Heryati menuturkan, program tersebut telah memiliki respon positif dari 3 hotel yang ada di Kota Cilegon.
“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan 3 hotel untuk berkolaborasi dengan UMKM yaitu Hotel Aston, Swiss Belexpress, dan The Royale Krakatau Hotel,” tuturnya.
Program kolaborasi hotel dengan produk UMKM khas Kota Cilegon dapat segera terlaksana pada tahun 2026 mendatang.
Ia berharap, pihak hotel di Kota Cilegon dapat menindaklanjuti program tersebut menyimpan produk UMKM khas Cilegon di layanan kamar maupun lobby hotelnya.
“Karena selama ini belum ada hotel yang menggabungkan include UMKM dengan kamar tapi adanya seperti di lobby atau pojokannya,” harapnya.***
















