BANTENRAYA.COM – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Banten Kemendikdasmen menggelar talk show pembelajaran mendalam (deep learning) sejak September hingga November 2025 di SD Negeri Kubang Apu, Kelurahan Terondol, Kecamatan Serang, Kota Serang.
Kegiatan pembelajaran mendalam ini diikuti oleh 54 peserta yang terdiri dari 25 kepala sekolah dan 29 guru se Kota Serang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri berkesempatan memberikan arahan kepada puluhan peserta pada, Rabu 12 November 2025.
BACA JUGA: 5 Calon Direktur Keuangan dan SDM PT PCM Lolos ke Tahap Selanjutnya
Pembelajaran mendalam bertujuan membentuk individu yang berkompeten, mandiri, dan berkarakter, sehingga peserta didik mampu memahami secara utuh konsep-konsep pelajaran, serta mengalami proses belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan.
Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, pembelajaran mendalam (deep learning) pembelajaran yang menerapkan tiga prinsip yakni berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.
“Jadi deep learning ini sedang kita gelorakan. Melalui pendekatan deep learning guru harus menerapkan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan, sehingga siswa ketika siswa masuk sekolah membuat siswa bahagia. Jadi jangan sampai sekolah jadi momok bagi siswa, sekolah harus menjadi ruang teduh, ruang cinta, ketika masuk di kelas penuh cinta, penuh bahagia, sehingga ilmu akan cepat terserap di hati siswa,” ujar Nuri, kepada Bantenraya.com.
Menurut dia, pembelajaran mendalam sebuah hal yang urgent dan relevan untuk diimplementasikan di Kota Serang menuju Kota Serang Cerdas, Berbudi dan Peduli.
“Mudah-mudahan acara ini bukan hanya simbolik dan rutinitas formal, tapi menjadi langkah awal menuju cita-cita besar bangsa dalam Kota Serang Cerdas, Berbudi dan Peduli,” ucap dia.
Nuri berharap para peserta yang ambil bagian dalam talk show pembelajaran mendalam dapat menerapkan di sekolahnya masing-masing.
“Kita tunggu perubahan mendasarnya. Tapi yang ingin saya sampaikan saya sebagai Kepala Dinas, relevan tidak deep learning dengan proses geloranya visi Walikota tentang Kota Serang cerdas, berbudi dan peduli terutama di lingkungan sekitar sekolahnya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pembelajaran mendalam harus memantik kesadaran kemampuan akademis, memantik kesadaran spiritual dan juga memantik kepedulian di tengah orang tidak peduli lagi terhadap sisi lingkungan, dan sisi kemanusiaan.
“Deep learning menjadi hal yang relevan yang untuk diimplementasikan di satuan pendidikan. Nah ini modalnya bimtek-bimtek ini adalah langkah-langkah, karena kita tidak bisa hanya membaca dari sekian silabus-silabus, tapi juga ini praksis yang ada di sini. Di sini saya kira akan ada laporan akan ada proyek-proyek yang dilakukan oleh peserta yang akan diterapkan di masing-masing satuan pendidikan,” tandasnya.
Fasilitator Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Banten Ujang Nurjaman mengatakan, kegiatan talk show pembelajaran mendalam pelaksanaannya programnya sangat panjang.
Pelaksanaannya diawali dengan in satu melaksanakan kegiatan tatap muka selama lima hari.
Implementasinya di lapangan dilaksanakan selama tiga bulan dari OJT satu hingga tiga, dan saat ini telah memasuki in dua puncak merefleksikan sejauh mana implementasinya.
“Jadi talk show ini merupakan inti sari dari pembelajaran mendalam selama tiga bulan. Apa yang didapat, apa kendala yang ditemukan dan solusinya bagaimana, dan sampai sekarang ini adalah hasil-hasil yang tunjukan dari para peserta baik kepala sekolah maupun guru yang sudah menghasilkan karya sesuai kapasitasnya,” ujar Ujang, kepada Banten Raya.
Kepala SD Negeri Kubang Apu Eman Suherman mengapresiasi talk show pembelajaran mendalam dilaksanakan di sekolahnya.
“Awalnya kami tidak menyangka tapi ketika tim fasilitator dan BGTK Provinsi Banten membidik SD Negeri Kubang Apu kami tidak menolak. Karena hal ini akan berdampak positif. Terbukti setelah ada kegiatan ini siswa dan guru jadi semangat kompak menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” ujar Eman, kepada Banten Raya.
Ia mengungkapkan, dua orang guru SD Negeri Kubang Apu menjadi peserta dalam pembelajaran mendalam.
Eman berharap dua orang gurunya tersebut dapat memberikan perbedaan setelah mengikuti pembelajaran mendalam.
“Harapannya kepada dua orang guru kami ke depan sekolah lebih maju dan berkembang dunia pendidikannya, dan bisa membagikan ilmu dan pengalamannya kepada guru-guru yang lain yang belum berkesempatan mengikuti acara deep learning,” harap dia. ***














