BANTENRAYA.COM – Dari Juara 1 Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara asal Cilegon Muhammad Alvino Dinofa akui ingin menjadi hakim suatu saat nanti.
Muhammad Alvino Dinofa Tirta Atmaja merupakan seorang remaja kelahiran Kota Cilegon pada 24 April 2010 lalu.
Saat ini Alvino berstatus sebagai seorang pelajar yang sedang duduk dibangku kelas 10 SMA Al-Azhar 6 Cilegon dan aktif mengikuti organisasi seperti OSIS dan tilawah.
Remaja berusia 15 tahun dari Cilegon itu sudah mengikuti MTQ Nasional pada bidang Hafalan Al –Qur’an 5 Juz dan Tilawah Putera.
BACA JUGA : Penipuan Bantuan Koperasi Mulai Terjadi, Nama Kadinkop-UKM Kota Cilegon dan Provinsi Banten Dicatut
Alvino justru tak menyangka telah menjadi Juara 1 pada ajang Nasional diantara banyaknya Qori hebat lainnya, bahkan ada Qori yang telah mengikuti ajang Internasional.
“Sudah yakin dari awal Vino pasti bisa karena kami tau betul Vino bakatnya memang disitu. Vino juga kalau mengikuti kompetisi lain Alhamdulillah memang juara terus,” katanya kepada Banten Raya, Jumat 24 Oktober 2025.
Ia berasal dari Lingkungan Tegalwangi, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Alvino mengaku berkeinginan melanjutkan pendidikannya ke luar negeri, namun lebih memilih universitas yang terdekat saja di Kota Cilegon.
Ia memilih untuk melanjutkan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan berencana akan mengambil program studi hukum karena memiliki cita-cita sebagai hakim.
BACA JUGA : Bersiap Terapkan Manajemen Talenta, Bagian Organisasi Setda Kota Cilegon Lakukan Ini
“Saya sendiri keinginan ke luar negeri ada, tapi saat ini maunya ke Untirta daftar jurusan hukum karena cita-citanya mau jadi hakim,” jelasnya.
saya juga mau universitas yang dekat dan belajar lagi dengan guru-guru saya
Menurutnya, untuk melanjutkan pembelajaran tentang tahfidz dirinya akn menekuninya secara pribadi dan dapat belajar melalui guru-gurunya.
“Kalau untuk meneruskan tahfidz bisa sambil belajar sendiri atau sama guru-guru,” terangnya.
Alvino menyampaikan, dirinya telah mulai belajar tahfidz Al-Quran sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD).
“Mulai belajar tahfidz itu dari kelas 3 SD, karena pengaruh lingkungan rumah juga banyak yang Qori. Tapi kalau di keluarga saya, Alhamdulillah baru saya yang jadi Qori, saya juga ga nyangka,” pungkasnya. (***)



















