BANTENRAYA.COM – Warga Lingkugan Kubangbale, Kelurahan Taman Bbaru, Kecamatan Citangkil Samanudin menghabiskan waktu 8 bulan hingga berhasil menunaikan haji dengan berjalan atau dikenal dengan istilah haji backpacker.
Dalam perjalan haji backpacker, Samanudin melintasi 6 negara untuk bisa sampai ke Kota Suci Mekkah menunaikan kewajiban rukun Islam yang kelima.
Diketahui, Ia berangkat pada 17 Februari 2025 lalu dari rumahnya di Taman Baru menuju tanah suci. Berbekal seadanya dan berhasil menjalankan ibadah haji bersama dengan 1.6 juta jamaah haji se-dunia.
BACA JUGA: Daftar 10 Universitas Terbaik di Yogyakarta, Pilihan Tepat untuk Kuliah Kualitas Unggulan
Samanudin menyebutkan, memastikan tidak akan ada haji backpacker yang murni sepenuhnya jalan kaki ke Arab Saudi. Hal itu, karena ada daerah di Asia yang dilarang melintas dengan alasan keamanan dan konflik perang.
Samanudin mengaku, dirinya melintasi 6 negara yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar dan Arab Saudi. Saat di Thailand dirinya mengurus visa Dubai dan berangkat dengan pesawat.
“Saya tidak boleh melintasi daerah konflik. seperti India – Pakistan lalu Myanmar dan Kamboja. Jadi mengurus visa Dubai (UEA) dan berangkat dengan pesawat dari Thailand,” katanya, Selasa 23 September 2025.
BACA JUGA: JPU Dorong Pasal 98 KUHP untuk 2 Terdakwa Penipuan dan Penggelapan Dana Iuran Serikat Pekerja
Menurut Samanudin, tidak akan ada warga yang bisa sepenuhnya menempuh perjalanan kaki ke Arab Saudi, semua backpacker pasti akan menggunakan transportasi apakah kala laut, roda empat dan juga pesawat.
“Enggak-enggak (tidak mungkin sepenuhnya jalan-red) untuk backpacker. Cuma itu musafir tak ada yang full jalan kaki tak ada, ada naik pesawatnya, ada naik mobilnya, ada naik keretanya, ada naik kapal lautnya,” ucapnya.
Samanudin menjelaskan, ada suka duka yang dialami selama perjalanan, termasuk juga masalah fisik, mental dan keuangan. Bahkan, ia juga pernah mengalami ujian 2 kali dibegal dan 1 kali ditipu.
BACA JUGA: Lonjakan Harga Emas Jadi Peluang Pegadaian, Garap Aplikasi dengan Fitur Terbaru
“Saya pernah di begal di Lampung Timur pas Pematang Mesuji Palembang. Di Jambi juga (dibegal-red), antara Palembang Jambi juga pernah,” tuturnya.
“Terus di Batam juga saya pernah tipu. Tapi Alhamdulillah semuanya lolos dengan baik-baik saja berkat pertolongan Allah,” ucapnya.
Selama perjalanan, paparnya, dirinya juga tetap meninggalkan keluarga dengan cara mendirikan warung, sehingga saat ditinggal dalam perjalanan keluarga tidak mengalami masalah ekonomi.
“Selama saya tinggal ke Baitullah, saya buka warung dulu, ada warung biar tidak mengganggu di rumah ya, biar perjalanan khusuk gitu jadi tidak diganggu. Istri di rumah ada kegiatan dan menghasilkan uang dan uang itu untuk makan,” paparnya.
Sebelum berangkat, jelas Samanudin, pihaknya juga sudah izin ke istri, orang tua. Bahkan, juga mengurus keterangan dari RT, RW hingga kelurahan.
“Sebelum berjalan saya izin sama orang tua pertama, istri, dan RT, RW, dan Lurah. Semua ada suratnya, termasuk surat pernyataan dari istri ada, surat rekomendasi dari lurah ada,” ujarnya.
Lurah Taman Baru Apresiasi Samanudin
Sementara itu, Sekretaris Lurah Taman Baru Endang Syuhada menyampaikan, bersyukur warganya bisa kembali dengan selamat dan menunaikan ibadah haji.
Hal itu, karena sejak awal Samanudin sudah memiliki niat dan tekad yang kuat untuk bisa berangkat haji dengan berjalan.
“Dari awal memang niatnya sudah bulat. Bersyukur sekarang sudah berhasil kembali dengan selamat. Saat berangkat juga dirinya dilepas secara bersama di kantor kelurahan,” ujarnya.
Endang membenarkan, jika ada keterangan dari kelurahan yang dikeluarkan.
“Ada dan selalu berkabar dengan Pak Lurah,” pungkasnya. ***


















