BANTENRAYA.COM – Sekretaris Daerah Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana memberikan tantangan khusus kepada para Aparatur Sipil Negara atau ASN yang akan mengikuti seleksi jabatan atau open bidding eselon II.
Tantangan tersebut diberikan supaya ASN bertarung secara bijak dan mengandalkan kompetensi yang dimiliki tanpa melakukan transaksi atau jual beli jabatan.
Zaldi Dhuhana mengatakan, penataan ASN merupakan salah satu tugas besar yang diberikan Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah usai prosesi pelantikan Sekda.
“Yang lebih panjang lagi masalah persampahan, masalah penataan ASN dan lain sebagainya. Kemudian yang kedua masalah manajemen talenta ASN, kurang lebih ada 2.000 orang yang sudah mengikuti asesmen,” ujarnya di Pendopo Bupati Serang pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Baca Juga: 1.089 Orang Mandaftar Program Beasiswa Cilegon Juare, Pendaftaran Tersisa Dua Hari Lagi
Ia menjelaskan, penataan ASN akan dilakukan dalam waktu dekat supaya bisa menyusun program secara bersamaan untuk tahun 2026 nanti.
“Berarti kita secepatnya menata ASN yang ada hari ini, sehingga kita bisa menyusun program untuk 2026. Bupati menyampaikan tidak jual beli jabatan,” katanya.
Zaldi Dhuhana menuturkan, pada open bidding untuk pengisian enam jabatan eselon II yang kosong, para ASN harus memliki kompetensi yang sesuai dengan jabatan yang akan diisi.
“Itu menjadi tekad dari bupati agar tidak terjadi jual beli jabatan. Siapapun yang punya kompetensi bagus maka dia berpeluang untuk naik jabatan,” jelasnya.
Baca Juga: Sekda Kota Cilegon Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Masyarakat Semakin Masif
Ia mengimbau kepada ASN yang akan menjadi peserta open bidding untuk bertarung dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki sehingga bersaing secara bijak.
“Yang ingin bersaing yang ingin menunjukkan kompetensinya silahkan bertarung di open bidding untuk eselon II. itu semuanya dengan proses yang fair,” paparnya.
Setelah resmi dilantik, Zaldi diberikan tugas khusus lainnya seperti melakukan koordinasi dengan OPD untuk penyesuaian program 100 hari kerja.
“Agenda terdekat arahan bupati ada 3, saya secepatnya berkoordinasi dengan kepala opd. Terutama dalam waktu dekat ini untuk penyesuaian program 100 hari kerja,” tuturnya.***


















