BANTENRAYA.COM – Pembangunan Masjid Terapung Banten di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang yang masuk dalam prioritas program 100 hari kerja Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas disebut tak mendesak.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum.
“Sebenarnya saya masih menyoroti persoalan penanganan sampah, itu lebih urgen karena persoalan sampah ini kan bukan hanya kumuh, tapi juga berefek terhadap persoalan kesehatan, persoalan kebersihan, ketertiban dan lain sebagainya daripada pembangunan MTB (Masjid Terapung Bante,” ujarnya pada Kamis, 3 Juli 2025.
Ulum mengatakan, pembangunan Masjid Terapung Banten tidak terlalu mendesak karena kekuatan anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD Kabupaten Serang belum siap untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
Baca Juga: Hari Baik Jadi Kendala Program Rutilahu di Kabupaten Serang
“Saya melihat MTB itu tidak terlalu penting, karena kepentingannya itu kan pariwisata. Kalau boleh jujur potensi Anyar seperti wisata desa, pegunungan, dan pesisir pantai kalau dioptimalkan itu juga tidak kalah hebatnya,” katanya.
Ia menjelaskan, jika MTB menjadi program prioritas maka akan berpotensi membebani APBD Kabupaten Serang karena pembangunannya membutuhkan anggaran yang cukup besar.
“Bagus buat ikon, bagus buat pariwisata, tapi selama kepentingan masyarakat secara luas belum terpenuhi, kemudian kita mengejar MTB nanti gimana kata masyarakat,” papar Politisi Golkar ini.
Ulum menuturkan, masih banyak persoalan infrastruktur di Kabupaten Serang yang harus diselesaikan oleh Pemkab Serang karena secara langsung menyangkut kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Diserbu Warga Anyer, 2.000 pcs MinyaKita Ludes Dalam 30 Menit
“Belum lagi persoalan infrastruktur pertanian, persoalan ketahanan pangan. Itu yang penting dan tidak lepas dari program Asta Cita Presiden,” jelasnya.
Pihaknya mendorong Pemkab Serang untuk memikirkan kembali pembangunan Masjid Terapung Banten jika pembiayaannya akan menggunakan APBD Kabupaten Serang.
“Kalau pakai APBD kita mikir dulu, kita kaji secara matang dan analisa secara mendalam. Kita kaji ssecara komprehensif urgensinya MTB dengan program-program prioritas yang lainnya,” tutur Ulum.
Ia mengingatkan, Bupati dan Wakil Bupati Serang harus konsisten terhadap janji politiknya yang disampaikan kepada masyarakat pada saat Pilkada.
“MTB ini tidak masuk dalam janji politik pada saat Pilkada, saya kira penyusunan RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) harus konsisten terhadap janji politik yang disampaikan,” katanya.***


















