BANTENRAYA.COM – Sejumlah wilayah di Provinsi Banten dilaporkan terendam banjir pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Genangan air yang cukup tinggi terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah ini sejak siang hari dan berlangsung cukup lama.
Informasi dan video banjir di berbagai lokasi diunggah oleh akun Instagram @bantenraya dan langsung menjadi sorotan warganet.
Salah satu lokasi terdampak adalah ruas jalan tol di wilayah Kabupaten Tangerang.
Terlihat dalam video, air menggenang hingga setinggi lutut orang dewasa, mencapai sekitar 100 cm, dan menghambat laju kendaraan.
Banjir di area tol di Kabupaten Tangerang tersebut membuat kondisi lalu lintas di wilayah Tangerang-Jakarta (arah Merak) macet.
Baca Juga: 8 Kades Kabupaten Serang Terbang ke China, Desa Diminta Maksimalkan Pelayanan
Menurut informasi yang didapat oleh tim Bantenraya.com, jutaan kendaraan telah terjebak macet selama tiga jam.
Tidak hanya itu, banjir juga menerjang pusat perbelanjaan Cilegon Center Mall (CCM) di Kota Cilegon.
Air tampak sudah memasuki area lobi mall. Petugas terlihat berupaya menahan laju air agar tidak masuk lebih jauh ke dalam gedung.
Baca Juga: Digelar Besok! Bung’s Market 2025 Siap Ramaikan Jakarta, Ada JKT48, DJ, dan Lomba-Lomba Seru
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Serang, tepatnya di Kecamatan Puloampel.
Banjir merendam jalan utama, menyebabkan sejumlah kendaraan, khususnya roda dua, kesulitan melintasi jalur tersebut.
Bahkan dalam salah satu video, terlihat beberapa motor sempat terseret arus, namun warga setempat sigap melakukan penyelamatan.
Salah satu momen dramatis menunjukkan sebuah truk besar yang sengaja diparkir melintang untuk menahan laju air, membantu para pengendara motor agar tidak terbawa arus.
Aksi solidaritas warga tersebut menuai pujian dari pengguna media sosial.
Banjir ini kembali menyoroti pentingnya penanganan serius terhadap sistem drainase dan tata kelola lingkungan di wilayah Banten.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah bencana serupa terulang kembali. ***



















