BANTENRAYA.COM – Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah menilai kegiatan Safari Ramadan 1446 H yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun hambur-hambur anggaran. Melainkan, sebagai momen penting untuk mendengar langsung keluhan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Ia mengatakan, dalam kegiatan tersebut ia banyak bertemu dengan berbagai kalangan, mulai dari kepala daerah, lurah, camat, hingga guru ngaji dan marbot masjid.
Dimyati mengungkapkan, banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat kepadanya, mulai dari kebutuhan perbaikan infrastruktur, masalah irigasi, hingga keluhan terkait status kepegawaian ASN dan PPPK.
“Safari Ramadan ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga kesempatan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mempererat kerja sama dengan berbagai pihak,” kata Dimyati, Jum’at, 14 Maret 2025.
Baca Juga: Komisi III DPRD Kota Cilegon Dorong Perumda Cilegon Mandiri Dongkrak Pendapatan
“Kami menerima banyak masukan, ada yang minta perbaikan jalan, ada yang berharap SK kepegawaian PPPK segera ditandatangani, bahkan keluhan soal pelayanan kesehatan pun banyak kami catat,” tambahnya.
Dimyati menyampaikan, semua keluhan tersebut nantinta akan ditindaklanjuti melalui perangkat daerah yang siap bergerak cepat.
“Kami punya tim lengkap di semua sektor. Kalau ada yang mendesak, kami akan ambil langkah cepat (quick win,-red) untuk menyelesaikannya,” tegasnya.
Dimyati juga mengatajan, kegiatan Safari Ramadan ini juga menjadi ajang kesempatan bagi Pemprov Banten untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
Dimyati menekankan, bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang bertujuan meringankan beban warga.
Baca Juga: Presiden Luncurkan Mekanisme Baru Penyaluran Tunjangan Guru
“Ramadan adalah bulan penuh kasih sayang dan kepedulian. Kalau kita saling membantu dan bersinergi, banyak masalah yang bisa kita selesaikan bersama,” tuturnya. (***)


















