BANTENRAYA.COM – Lebih dari 500 rumah di Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, terendam banjir hingga setinggi 1,5 meter lebih.
Ratusan rumah tersebut terendam akibat meluapnya sungai Cikalumpang setelah diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
Pantauan tim Bantenraya.com dilokasi pada pukul 14.00 air sudah mulai surut dan sebagian rumah warga mulai dibersihkan oleh pemiliknya. Bersih-bersih dibantu dengan aparat TNI dan Polri, petugas BPBD dan lain sebagainya.
Baca Juga: Ini Rincian TPP ASN di Kota Cilegon, Eselon II Bisa 10 Kali Lipat dari Honorer
Warga Desa Citasuk, Satibi mengatakan, banjir yang melanda desanya tersebut akibat adanya luapan dari sungai Cikalumpang sehingga air merendam rumah warga.
“Pas sebelum saya tarawih sudah hujan lebat, banjir datang sekitar pukul 12.00. Hujan berenti di pagi hari sekitar pukul 07.00 dan saat itu air setinggi dua meter, sedangkan di kampung paling ujung airnya sampai atap rumah,” ujarnya saat ditemui di lokasi, pada Jumat, 7 Maret 2025.
Ia menjelaskan, situasi semakin diperparah pada tengah malam karena listrik di Desa Citasuk padam sehingga para warga kesulitan beraktifitas di malam hari.
Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN Resmi Dibuka Mulai Hari Ini, Terbuka untuk Lulusan SMA hingga S2
” Mati lampu dari jam 03.00 sampai sekarang, sehingga mau ngamanin barang barang yang ada di rumah juga sulit. Kalau satu desa ini dihitung-hitung lebih dari 500 rumah,” katanya.
Satibi menuturkan, banjir yang terjadi di desa Citasuk ini merupakan yang paling besar dan paling parah karena sejak 15 tahun terakhir.
“Sebelumnya enggak pernah sebesar ini banjirnya, paling besar terjadi pada tahun 2010. Kemarin banjir paling menerjang satu kampung doang tapi kalau sekarang hampir satu desa terdampak,” jelasnya.
Baca Juga: Polda Banten Terjunkan Ratusan Personil, Bersihkan Material Longsor di Padarincang
Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria mengatakan, pihaknya langsung menurunkan personil gabungan untuk membantu melakukan penanganan di lokasi banjir.
“Ada dari TNI dan Polri yang sekarang membantu warga membersihkan rumah-rumah yang terdampak. Hari ini saya berada di Kampung Sukamaju dan total yang terdampak ada 35 kepala keluarga,” Ujarnya.
Ia membenarkan kejadian banjir di desa Citasuk ini merupakan bencana yang terbesar sejak 15 tahun terakhir lantaran ada luapan sungai Cikalumpang.
“Jarak dari rumah dengan sungai hanya hitungan meter dan posisi rumah warga lebih rendah dari pada sungai. Ketika meluap rumah warga pasti terendam dengan air,” Katanya.***



















