BANTENRAYA.COM – Pertamax oplosan yang dilakukan oknum pejabat Pertamina dan jajarannya membuat sejumlah warga berang.
Pasalnya, warga mengeluh kendaraan miliknya ngadat meski sudah diisi Bahan Bakar Minyak atau BBM jenis Pertamax.
Bahkan, warga sekarang sengaja melakukan service guna memastikan kendaraanya bisa tetap aman.
Diketahui, Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung telah menetapkan 7 tersangka atas kasus Pertamax yang dioplos dengan pertalite.
Baca Juga: Disebut MK Cawe-cawe Pilkada Kabupaten Serang, Politisi PKB Minta Prabowo Evaluasi Mendes PDT
7 tersangka tersebut yakni Direktur Utama PT Pertamina Petra Niaga RS, Direktur Feedstock and Product Optimalization PT Kilang Pertaminan Internasional SDS, Direktur Utama PT Pertaminan International Shipping YF, Voice President Feedatock Management PT Kilang Pertaminan Internasional AP, Benefical Owner PT Navigator Khatulistiwa MKAR, Komisaris PT Navigator Khatulistiwa DW dan Komisarit PT Jenggala Maritim serta Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak GRJ.
Salah satu warga Kota Cilegon Irul mengaku, sekarang kendaraan miliknya sering dilakukan service.
Sebab, bulan sebelumnya nagadat karena diisi pertamax.
“Sebelumnya belum pernah ngadat ngisi pertamax. Tapi bulan kemarin sempat ngadat. Sekarang sudah service karena gaji baru keluar,” kata salah satu pegawai Pemkot Cilegon ini, Rabu, 26 Februari 2025.
Baca Juga: Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Gabungan Penertiban Pajak Kendaraan Bermotor
Irul mengaku kecewa dengan permax yang dioplos tersebut.
Hal itu sangat merugikan masyarakat, terutama bagi yang memiliki kendaraan dengan mesin besar dan harus pertamax.
“Apalagi mobil pemda itu wajib peryamax semuanya. Jadi wajar cepat rusak,” pungkasnya.***

















