BANTENRAYA.COM – Pekan depan Senin 17 Februari 2025 pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai. Dimana, MBG baru akan menyentuh sebanyak 3.290 siswa saja di Kota Cilegon.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon Suhanda menjelaskan, jumlah tersebut tidak semuanya dari dindikbud. Namun, ada juga dibawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag).
“Di kami hanya ada 2 SMP, 4 SD dan 1 Paud saja. Jadi bukan hanya Dindikbud tapi juga Kemenag. Untuk total di 17 Februari,” katanya, Rabu (12/2).
Baca Juga: Jangan Tiru Helldy dan Sanuji, Peneliti BRIN Minta Andra Soni dan Dimyati Tidak Pecah Kongsi
Suhanda menyatakan, Dindikbud dan Kemenag sendiri hanya menjadi pendamping dalam program.
Sebab, MGB yang akan dilakasanakan awal nanti langsung dari Badan Gizi Nasional yang memiliki dapur gizi di Kecamatan Grogol.
“Dalam ketentuannya dapur gizi sendiri menyalurkan makanan paling jauh 6 kilometer. Dimana, di Grogol ada sebanyak 3 ribu siswa yang masuk radiusnya,” jelasnya.
Baca Juga: Telan Anggaran Rp1,7 Miliar, Gedung MUI Kota Cilegon Bakal Diresmikan 17 Februari 2025
Untuk total dapur gizi, jelasnya, sepengetahuan dirinya ada 3 di Kota Cilegon yakni di Kecamatan Grogol, Kecamatan Jombang dan Kecamatan Purwakarta.
“Kami belum dapat informasi secara resmi. Tapi yang kami tahu ada di Grogol, Jombang dan Purwakarta. Untuk anggaran sendiri itu langsung dari pusat,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon Heni Anita Susila menjelaskan, perkiraam ada 70 ribu siswa SD dan SMP di Kota Cilegon. Angka tersebut belum termasuk di bawah naungan Kemenag.
Baca Juga: Santap Makanan Ringan dari Orang Misterius, 39 Pelajar SD di Lebak Keracunan
“Butuh Rp700 miliar per tahun untuk perkiraan 70 ribu siswa SD dan SMP di Kota Cilegon. Itu belum menghitung untuk TK dan lainnya (pondok pesantren dan madrasah-red),” pungkasnya.***

















