BANTENRAYA.COM – Seorang bayi dibawah lima tahun atau Balita berinisial MMA dari Desa Waringinkurung, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan rumah yang ambruk, Jumat, 17 Januari 2025.
Kejadian tersebut terjadi pada pukul 03.30 WIB saat terjadi hujan lebat karena bangunan rumah yang rapuh akibat termakan usia serta diguyur hujan lebat.
Bintara Pembina Desa atau Babinsa Desa Waringinkurung, Lukito Wibowo mengatakan, mulanya MMA sedang tertidur pulas bersama bersama sang kakak MNZA yang berusia 9 tahun, dan ibundanya berinisial NH.
“Kejadian sekitar pukul 03.00 dan saya langsung menerima laporan dari warga kemudian langsung ke lokasi. yang Balita meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan, ” ujarnya, Jumat, 17 Januari 2025.
Baca Juga: 14 Ucapan HUT BAZNAS Ke-24 Tahun 2025, Cocok untuk Dibagikan di Media Sosial
Ia menjelaskan, sang ibu dan anaknya yang usia 9 tahun masih dalam perawatan insentif di Puskemas Waringinkurung karena mengalami syok berat.
“Keduanya masih di Puskesmas, karena belum sadar dan masih syok juga. Tadi saya langsung koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Tagana, untuk membantu korban, ” katanya.
Lukito menuturkan, saat ini sang ayah masih bekerja di luar Provinsi, sementara balita akan dimakamkan setelah Sholat Jumat atau siang ini di tempat pemakaman umum setempat.
“Katanya sang ayah lagi kerja di Jawa Timur dan saat ini kondisi rumah mengalami rusak berat, tapi Alhamdulillah tadi dari desa dan kecamatan sudah mengunjungi dan membantu korban, ” jelasnya.
Warga juga sempat merasa kaget dengan kejadian tersebut, sehingga sempat melakukan pengumuman melalui pengeras suara di masjid.
“Para warga langsung merapat ke TKP, tapi sayang untuk Balita tidak tertolong dan sang kakak dan ibu yang mengalami luka lecet langsung ditolong warga, ” paparnya.
Terpisah, Kepala Desa Waringinkurung Harun mengatakan, pihaknya juga masih terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial atau Dinsos Kabupaten Serang untuk pemberian bantuan kepada korban.
“Anak usia 4 tahun tertimpa bangunan yg roboh dan meninggal dunia. Untuk bantuan juga kita usahakan ke Dinsos melalui Tagana (Taruna Tanggal Bencana), ” ujarnya.***


















