BANTENRAYA.COM – Kota Serang punya pemimpin baru untuk lima tahun mendatang. Pasangan calon atau Paslon Walikota dan Wakil Walikota Serang nomor urut 2, Budi Rustandi-Nur Agis Aulia unggul telak dalam perolehan suara di tingkat PPK kecamatan di enam kecamatan, Kota Serang.
Meski belum ditetapkan rapat pleno KPU Kota Serang, Budi Rustandi-Nur Agis Aulia dipastikan bakal memimpin Kota Serang untuk periode 2024-2029.
Sejumlah masyarakat Kota Serang berharap pemimpin baru dapat lebih memajukan Kota Serang dan mensejahterakan masyarakat Kota Serang.
Baca Juga: Nonton Parole Examiner Lee Episode 5 Sub Indo: Han Shin Selidiki Bok Gyu Usai Bebas Bersyarat
Salah seorang guru honorer SD Negeri Seroja, Nuha Imanudin mengatakan, hingga saat ini guru honorer di Kota Serang masih belum sejahtera, karena masih banyak guru honorer yang menerima honor sangat minim.
“Harapan saya untuk pemimpin baru di Kota Serang, lebih banyak untuk mengedepan guru honorer yang masih gajinya masih sangat minim sekali. Masih Rp 200 ribu per bulan, Rp 300 ribu per bulan, apalagi masih banyak yang dirapel,” ujar Nuha, kepada Banten Raya, Senin (2/12/24).
Ia berharap honor guru honorer bisa ditambah mendekati angka upah minimum regional atau UMR.
“Ya mungkin harapannya diangka Rp 2 juta per bulan atau Rp 1,5 juta per bulan sudah mensejahterakan bagi saya,” ucap dia.
Selain minta kenaikan honor, Nuha juga berharap pemimpin baru dapat mengangkat tenaga guru honorer menjadi PPPK.
“Harapan lainnya diangkat menjadi tenaga PPPK, karena banyak guru honorer yang sudah berumur atau lansia,” katanya.
Baca Juga: Berdampak Negatif pada Generasi Muda, Diskominfo Cilegon Ajak Masyarakat Bersatu Berantas Judol
Harapan serupa juga dikatakan Ali Usman tukang becak. Ia berharap dengan pemimpin baru dapat memperhatikan nasib para tukang becak di Kota Serang.
Ali mengatakan, penghasilan per hari tukang becak tidak menentu di era digital sekarang ini karena kalah saing dengan moda transportasi umum lainnya. Oleh karena itu, ia berharap ada bantuan modal usaha untuk berdagang.
“Tolong diberikan bantuan modal untuk usaha. Karena usaha becak sekarang sepi kalah saing. Jadi bisa buat makan aja udah syukur Alhamdulillah,” ujar Ali, kepada Banten Raya.
Baca Juga: Robinsar-Fajar Diminta Jangan Anti Kritik dan Gandeng Paslon Lain untuk Wujudkan Good Governance
Ia menuturkan, pendapatan per hari gak bisa dipatok, karena masyarakat Kota Serang sudah banyak beralih ke moda transportasi umum lainnya, belum lagi sekarang masyarakat sudah banyak yang memiliki kendaraan pribadi.
“Penghasilan saya sehari gak nentu. Kalau lagi lancar dapat Rp 30 ribu sehari. Kalau lagi sepi kadang gak dapet. Pengennya mah dagang. Karena saya sudah tua. Warung makanan kopi. Bisa buka di Pasar Rau atau di mana. Karena dulu saya pernah jualan di Tamansari kopi nasi, ketan, gorengan,” katanya.
Ibu rumah tangga asal Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Eti berharap pemimpin baru bisa membantu harga sembako murah, karena harga sembako mahal membuat masyarakat kecil mengeluh.
Baca Juga: Jadi Harapan Baru Kota Cilegon, Robinsar dan Fajar Diminta Pembangunan JLU Dilanjutkan
“Harapannya sembako murah. Kebutuhan pangan sehari-hari biar warga Kota Serang nggak mengeluh beras, minyak naik terus tiap tahunnya,” ujar Eti.
Eti juga berharap pemimpin baru bisa menata Pasar Induk Rau sebagai pasar induk tradisional warga Kota Serang.
“Sudah puluhan tahun Pasar Rau gitu-gitu aja. Kumuh, jorok, dan semrawut. Semoga Pak Budi dan Pak Agis bisa menata Pasar Rau jadi lebih bersih, lebih tertata, sehingga pembeli tuh nyaman kalau belanja ke Pasar Rau,” katanya. ***

















