BANTENRAYA.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang, Banten, mencatat sepanjang tahun 2021 dari Januar sampai dengan Agustus ada 169 panggilan gawat darurat di Call Center 112.
Dari jumlah itu, yang terbanyak meminta mobil jenazah dan ambulans.
Kepala Seksi Pengembangan dan Integrasi Aplikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang Ahmed Beiruni membenarkan bahwa ada 169 panggilan gawat darurat di Call Center 112.
Baca Juga: Menparekaf Ungkap Alasan Desa Cikolelet Serang dan Sukarame Pandeglang Masuk 50 Besar ADWI
“Terbanyak pertama panggilan kedaruratan medis, meliputi permohonan mobil jenazah dan ambulans untuk pasien atau korban Covid-19,” kata Ahmed, Senin, 4 Oktober 2021.
Adapun panggilan kegawatdarutan paling banyak kedua berkaitan dengan Covid-19. Sebenarnya panggilan ini lebih banyak meminta petunjuk atau arahan seputar masalah Covid-19.
“Misalkan, dia kena covid bagaimana cara melapor ke tenaga medisnya, bagaimana cara isoman (isolasi mandiri-red), yang kayak gitulah,” katanya.
Panggilan kegawatdarutan paling banyak ketiga adalah aduan terkait gangguan kelistrikan, mayoritas mengenai kebakaran yang diakibatkan oleh listrik. Misalkan ada gardu listrik yang terbakar.
Baca Juga: Bupati Irna Berbagi Tips Bikin Bakso Ikan Sehat, Gimana ya Rasanya…
Selain tiga terbanyak itu, ada juga paggilan kegawatdaruratan yang meminta evakuasi hewan sebanyak 15 panggilan, terbanyak adalah evakuasi hewan liar dan berbahaya seperti ular dan tawon.
“Untuk penanganan hewan liar seperti ular dan tawon biasanya kami teruskan ke damkar,” katanya.
Ahmed mengungkapkan, adanya 169 panggilan gawat darurat di Call Center 112 dalam kurun waktu selama delapan bulan masuk dalam kategori sedang. Artinya jumlah panggilan ini selama kurun waktu itu tidak bisa dinilai banyak tetapi juga tidak bisa dilihat sedikit.
“Kalau dirata-ratakan jadinya setiap dua hari sekali ada panggilan kegawatdaruratan di Call Center 112,” ujarnya. ***



















