BANTENRAYA.COM – Produk impor ternyata membanjiri pasar tradisional di Kota Cilegon.
Mulai dari sepatu, tas hingga busana impor dijual para pedagang di Pasar Kranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang.
Produk impor tersebut dijual selain dari harganya yang murah, model dan kualitas juga hampir sama dengan produk lokal.
Pantauan Banten Raya di lapangan, ada beberapa barang yang merupakan made in Vietnam, Korea dan beberapa lainnya.
Salah satu penjual sepatu dan tas di Pasar Kranggot Adnan menyatakan, hampir 30 persen produk yang dijualnya merupakan barang impor.
Baca Juga: Dua Pelaku Jambret di Pandeglang Ditangkap Polisi, Korban Rugi Puluhan Juta
“Yah ini tas, sepatu dan beberapa lainnya impor. Barangnya bagus dan murah,” katanya, Selasa 2 Juli 2024.
Adnan menyampaikan, untuk produk sendiri ada yang diambil langsung dari distributor di Jakarta dan beberapa lainnya dititip dari sales merk tertentu.
“Ambil langsung dan ada juga sales yang datang menitipkan barangnya,” jelasnya.
Kondiso barang impor sendiri, tetap merupakan barang baru, sehingga masih sangat bagus dan layak untuk dijual.
“Masih bagus. Modelnya juga bervariasi. Ada juga yang mirip aslinya,” jelasnya.
Saat ini, jelas Adnan, perjualan sudah sangat sepi. Termasuk, pada tahun lalu penjualan sudah sangat lesu dan sepi.
Baca Juga: Terungkap! Ternyata Ini Alasan Ayu Ting Ting Dan Muhammad Fardhana Batal Menikah
“Biasanya sebelum dua tahun lalu atau covid tidak bisa istirahat karena melayani pembeli. Sekarang bisa dilihat sendiri sudah jarang,” katanya.
Ia menyatakan, pada tahun lalu omset bisa mencapai Rp10 juta selama masa ajaran baru sekolah. Namun, sekarang sudah mau masuk dua pekan depan masih sepi paling hanya Rp5 juta saja.
“Rp10 juta itu sudah turun drastis tahun lalu. Sekarang tambah sepi,” jelasnya.
Selanjutnya, ia juga mengungkapkan berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk bisa membatasi jual beli online agar pedagang tradisional juga mendapatkan keuntungan.
“Kami harap ini bisa menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.
Adnan mengungkapkan, tidak bisa mengimbangi harga online karena langsung dari distributor. Hal itu wajar jika barangnya selisih lebih mahal Rp10 ribu sampai Rp20 ribu.
Baca Juga: Mengenal Jamur Tudung Pengantin, Tumbuhan Unik yang Hidup Subur di TNUK
“Itu kan kalau online jualin harga agen. Itu malah dikami modalnya segitu,” pungkasnya. (***)

















