BANTENRAYA.COM – Pj Gubernur Banten Al Muktabar membantah terkait adanya ancaman potensi krisis pangan di Banten.
Hal itu diungkapkan Al Muktabar usai acara kegiatan peresmian sarana kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten.
“Oh iya, jadi terkait itu kita tegaskan kembali bahwa, tidak ada kerawanan pangan. Karena stok beras kita ada,” kata Al Muktabar kepada Bantenraya.com, Kamis 25 Januari 2024.
Baca Juga: Tak Kalah Saing dengan yang Lain, RSUD Banten Kini Punya Layanan MRI dan Radiologi
Al mengklaim, untuk ketersedian pangan di Provinsi Banten sudah mencukupi untuk kebutuhan pangan masyarakat di Banten.
Ia juga menuturkan, Banten sebagai penyedia stok pangan daerah dan juga stok pangan nasional, dapat dipastikan bahwa stok yang ada sangat mencukupi.
“Pada waktu rapat inflasi kemarin, cadangan pangan kita secara nasional itu cukup termasuk pemerintah daerah,” ucapnya.
Baca Juga: SUDAH TAK KUAT! Warga Panggung Jati Kota Serang Keluhkan Bau Sampah Liar: Tolooonnggg!!
Al juga menerangkan, dalam ketersediaan pangan, pihaknya akan terus mewaspadainya.
Karena, kata dia, kondisi musim kemarau yang sempat terjadi sebelumnya ada dampak terhadap fluktuatif harga komoditi secara stabilitas harga.
“Itu lebih kepada pola alur tata niaga, dan itu terus kita kendalikan,” ujarnya.
Baca Juga: 111 Lembaga Ajukan Anggaran Hibah ke Pemkot Cilegon, Ditotal Setidaknya Butuh Rp87 Miliar
Lebih lanjut Al Muktabar menegaskan, menurutnya, ketersediaan pangan di Provinsi Banten sudah cukup baik, baik yang didapatkan dari hasil produksi sendiri maupun yang didapat dari bantuan pangan secara nasional.
“Seperti yang kita tahu, Banten itu merupakan daerah dengan kontribusi pangan terbesar nasional nomor delapan di Indonesia,” tuturnya.
“Sekarang, kita sedang menggerakkan agar semua bisa tanam, lalu fasilitas bibit dan pupuk terus kita komunikasikan dengan Dinas Pertanian dan di lapangan,” ucapnya.
Lebih jauh Al Muktabar menuturkan, pihaknya senantiasa melihat aktivitas yang ada di lapangan. Karena, kata dia, saat ini musim hujan sudah mulai terjadi, oleh karena itu dirinya berharap agar semua petani bisa mulai menanam.
“Mudah-mudahan dengan begitu, tentu tiga bulan ke depan kita harapkan sudah mulai panen dan memenuhi pangan hasil produksi kita sendiri,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Aan Muawanah mengatakan, rawan pangan bisa terjadi karena adanya dampak dari harga pangan yang tidak kunjung turun.
Selain itu, kata dia, adanya devisit beras di Provinsi Banten juga dianggap dapat menjadi potensi rawan pangan. Kendati demikian, untuk beberapa bulan ke depan stok pangan masih terbilang aman.
“Ada (potensi rawan pangan -red) kemungkinan ini gara-gara ada gejolak rawan pangan yang tidak turun-turun,” terangnya pada Selasa 22 Januari 2024 lalu. (mg-rafi) ***



















