BANTEN RAYA – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semula berencana akan buang sampah ke TPAS Cilowong di Kota Serang pada pekan pertama bulan September.
Namun rencana buang sampah itu sepertinya akan meleset.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Ipiyanto mengatakan, Kota Tangsel belum bisa buang sampah ke TAPS Cilowong pada pekan pertama bulan September disebabkan karena masih menunggu alat timbangan untuk kendaraan pengangkut sampah.
Baca Juga: Sel Terkunci Saat Kebakaran, Jadi Penyebab Banyaknya Korban di Lapas Tangerang
Bila alat ini sudah ada di TPAS Cilowong maka sampah dari Kota Tangsel baru bisa dibuang ke TPS Cilowong di Kota Serang.
“Alatnya akan tiba kalau tidak hari Jumat hari Sabtu,” kata Ipiyanto kepada Bantenraya.com, Rabu, 8 September 2021.
Dengan alat timbangan itu kata epyanto maka petugas di TPS cilowong dapat mengetahui Berapa jumlah berat sampah yang dibuang oleh Kota Tangsel ke DPRD Karawang.
Baca Juga: Ini Jadwal, Syarat, Perlengkapan Tes SKD CASN dan PPPK di Lingkungan Pemkab Pandeglang
Alat timbangan sampah ini mirip dengan alat timbangan yang dimiliki oleh dinas perhubungan yang dipergunakan untuk mengukur tonase sebuah kendaraan.
Setiap kendaraan pengangkut sampah akan melintasi alat ini sehingga dapat diketahui berapa jumlah tonase sampah yang dibuang pada saat itu.
Ipiyanto mengungkapkan, karena Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang belum memiliki alat timbangan sendiri maka untuk sementara pihaknya meminjam alat timbangan dari Pemerintah Kota Tangsel.
Baca Juga: Lapas Tangerang Kebakaran, Puluhan Orang Dikabarkan Tak Selamat
Dengan melesatnya waktu itu dari kerja sama pengelolaan sampah Kota Tangsel yang tidak sesuai dengan jadwal maka Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang akan mengubah poin dalam perjanjian kerja sama.
Semula teknis pembuangan sampah per hari dibatasi dengan jumlah tonase yang sudah ditentukan. Dengan seiring semakin dekatnya akhir tahun maka mekanisme pembuangan sampah menjadi berubah.
“Pokoknya sampai 25 Desember 2021 mendatang total sampah yang dibuang harus mencapai 49.000 ton,” kata Ipiyanto. ***



















