BANTENRAYA.COM – Perpustakaan Kota Cilegon di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Cilegon dinilai belum modern dibanding dengan perpustakaan di daerah lain.
Penilaian perpustakaan yang dimiliki Kota Cilegon ini belum modern merupakan pandangan dari Duta Baca Indonesia Gol A Gong.
Gol A Gong mengatakan, Cilegon yang dikenal sebagai kota industri seharusnya mempunyai perpustakaan yang lebih representatif.
Baca Juga: Sudah Akhir Tahun, Prosentase Aktivasi IKD di Lebak Masih di Bawah Jumlah Bulan di 2023
“Perpustakaannya saya lihat harusnya lebih modern ya, lebih mengantisipasi literasi digital. Saya belum melihat Cilegon ke arah sana,” kata dia kepada Bantenraya.com, belum lama ini.
Ia menjelaskan, hal ini melihat instansi-instansi di Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon masih berjuang sendiri-sendiri.
Menurutnya, untuk mengarah ke sana, DPK dan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon harus bisa bekerja sama secara lintas sektoral.
Baca Juga: Tambang Galian C di Carita Diduga Belum Miliki Izin Andalalin, Pemda Lempar Bola ke Pemprov Banten
“Dinas Perpustakaan dan Dinas Pendidikan mengerucut ke satu rencana strategis harus ada perpustakan sekaliber internasional,” ungkapnya.
Padahal, papar Gol A Gong, di Cilegon mempunyai industri-industri besar milik negara, seperti Krakatau Steel.
Dengan aset yang dipunyai tersebut, sambungnya, Cilegon seharusnya dapat menghadirkan perpustakaan yang lebih modern.
Baca Juga: Usai Teuku Ryan Dikabarkan Jalan Bareng Cewek Lain, Ria Ricis Mau Jual Rumah
“Seharusnya dengan ada CSR seperti itu bisa membangun perpustakaan yang megah,” tegasnya.
Sementara itu, Budayawan Cilegon dan juga Wakil Presiden (Wapres) Gabungan Komunitas Sastra ASEAN Muhammad Rois Rinaldi juga memberikan kritik.
Menurutnya, perpustakaan Cilegon belum sejalan dengan visi dan misi Pemkot Cilegon yang ingin menghadirkan Cilegon Baru, Modern dan Bermartabat.
Baca Juga: Rajin Temui Ulama, Caleg DPRD Kabupaten Pandeglang Janji Tuntaskan Perda Miras Nol Persen
Rois mengatakan, usaha DPK untuk menuju ke arah sana perlu diapresiasi, tetapi dukungan dari semua pihak masih belum maksimal.
“Walikota belum menjadikan perpustakaan sesuatu yang penting, setidaknya itu terlihat dari kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pustakawan, keperpustakaan, atau taman baca di Cilegon,” ujar Rois.
Menurut Rois, perlu dibangun perpustakaan baru yang lebih representatif untuk sejalan dengan keinginan Pemkot Cilegon.
Baca Juga: Usai Teuku Ryan Dikabarkan Jalan Bareng Cewek Lain, Ria Ricis Mau Jual Rumah
Kabar akan dibangun perpustakaan baru ini, sambungnya, perlu diapresiasi sebab ada usaha menuju ke arah tersebut.
“Ini kabar baik, Cilegon yang selama ini punya perpustakaan seperti ruang UKS, ini bisa memiliki gedung yang lebih layak,” tegasnya.
“Saya berharap ini pun menjadi simbol gairah bagi masyarakat untuk betul-betul memanfaatkan perpustakaan sebaik mungkin,” pungkasnya. ***

















