BANTENRAYA.COM – Satu penumpang dinyatakan meninggal dunia di pesawat Singapore Airlines yang mengalami turbulensi parah.
Turbulensi parah Singapore Airlines terjadi pada Selasa, 21 April 2024 malam hingga mengharuskan pendaratan darurat di Bangkok.
Singapore Airlines terbang menuju Singapura dari Bandara Heathrow, London dengan membawa 211 penumpang dan 18 awak.
Baca Juga: Cek Fakta: Ratusan Guru Besar Tolak Kemenangan Prabowo Sebagai Presiden
Setelah 10 jam penerbangan, pesawat boeing 777-300ER itu terjun tajam dari ketinggian 37.000 kaki ke31.000 kaki atau 9.400 meter.
Dilansir Bantenraya.com dari Reuters, kecepatan vertikal pesawat dengan cepat melonjak dari 1.664 kaki per menit sebelum turun ke -1.536 kaki per menit.
Pesawat kemudian mendarat darurat di Bangkok pada pukul 15:35 waktu setempat (0835 GMT) yakni kurang dari setengah jam insiden tersebut.
Baca Juga: Spoiler One Piece Chapter 1115, Kekalahan Joyboy hingga Oda Mulai Spill Wajah Imu Sama
Manajer umum bandara Suvarnabhumi Bangkok, Kittipong Kittikachorn, mengatakan bahwa ada satu penumpang tewas diduga karena serangan jantung.
“Seorang pria Inggris berusia 73 tahun meninggal dalam insiden tersebut, kemungkinan besar karena serangan jantung,” kata Kittikachorn dalam konferensi pers.
Dari 211 penumpang, 7 penumpang mengalami cedera berat dan 23 orang cedera sedang.
Adapun dari 18 awak kabin yang bertugas, 9 di antaranya mengalami cedera sedang.
Mereka dirawat di rumah sakit untuk penumpang luka berat dan di bandara untuk cedera ringan.
Para penumpang yang tidak terluka sebagian besar memakai sabuk pengaman saat kejadian dan langsung melanjutkan perjalanan dengan pesawat lain.
Pihak maskapai menyampaikan belasungkawan pada keluarga korban meninggal.
Mereka juga meminta maaf atas pengalaman traumatis yang dialami awak kabin dan juga penumpang dair penerbangan ini.
Kejadian ini selanjutnya akan diselidiki oleh Biro Investigasi Keselamatan Transportasi (TSIB) Singapura di Bangkok.***
















