BANTENRAYA.COM – Keamanan akun email kini menjadi isu krusial di era digital.
Pasalnya, email kini bukan lagi sekadar sarana untuk berkirim pesan saja, akan tetapi telah berfungsi sebagai pintu utama ke berbagai layanan penting, mulai dari perbankan, media sosial, hingga akun pekerjaan.
Ketika email diretas, risiko kebocoran data pribadi dan penyalahgunaan identitas pun meningkat signifikan.
Dalam banyak kasus, peretasan email tidak selalu dilakukan dengan teknik rumit.
Hacker kerap memanfaatkan kelalaian pengguna, seperti penggunaan kata sandi lemah, pemakaian sandi yang sama di banyak akun, hingga kebiasaan mengklik tautan mencurigakan.
BACA JUGA: Untirta Sosialisasi KUHP Baru, Cerminkan Kebutuhan Paham Hukum
Link phishing masih menjadi metode paling umum, di mana korban diarahkan ke halaman palsu yang meniru layanan resmi.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, ada sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan pengguna guna melindungi akun email dari ancaman peretasan.
1. Aktifkan verifikasi dua langkah (2FA)
Lapisan keamanan tambahan ini mewajibkan kode verifikasi selain kata sandi saat login. Dengan 2FA, akun tetap aman meski sandi utama diketahui pihak lain. Fitur ini tersedia di layanan email besar seperti Gmail dan Outlook.
2. Gunakan kata sandi kuat dan berbeda
Hindari kata sandi sederhana atau mudah ditebak. Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol, serta pastikan sandi email tidak digunakan di akun lain. Penggunaan password manager dapat membantu mengelola sandi dengan aman.
3. Waspadai email phishing
Pengguna diminta lebih teliti terhadap email yang meminta verifikasi data atau berisi tautan mencurigakan. Periksa alamat pengirim dengan saksama dan hindari mengklik tautan dari sumber yang tidak jelas. Jika ragu, akses situs resmi secara langsung melalui browser.
4. Pantau aktivitas login secara berkala
Sebagian besar layanan email menyediakan fitur pemantauan aktivitas akun. Jika ditemukan login dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenal, segera logout dari perangkat tersebut dan ubah kata sandi.
5. Perbarui sistem dan antivirus
Pembaruan perangkat lunak dan sistem operasi berfungsi menutup celah keamanan yang dapat dimanfaatkan hacker.
BACA JUGA: Baru Beli HP Android? Lakukan Ini Supaya HP Lebih Aman Sebelum Pakai
Perlindungan antivirus juga penting untuk mencegah malware yang berpotensi mencuri data login.
Apabila akun email terlanjur diretas, pengguna disarankan segera memanfaatkan fitur pemulihan akun, mengganti kata sandi, serta mengamankan akun lain yang terhubung.
Untuk email yang berkaitan dengan layanan finansial, langkah cepat menghubungi pihak terkait juga sangat dianjurkan.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, risiko peretasan dapat ditekan.
Di tengah meningkatnya kejahatan siber, kewaspadaan pengguna tetap menjadi benteng utama dalam menjaga keamanan identitas digital.***



















