BANTENRAYA.COM – Puluhan karyawan PT Tridarma Kencana Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang di PHK.
Perwakilan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Serang mengadukan kasus PHK ini ke Komisi II DPRD Kabupaten Serang dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, Selasa 28 September 2021.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang Suja’i A. Sayuti mengatakan, FSPMI mengadukan nasib rekan mereka yang terkena PHK massal namun sampai saat ini tidak ada kejelasan.
Baca Juga: Melihat Lagi Empat Indikator Warna dalam Aplikasi PeduliLindungi
“Ada salah satu perusahaan yakni PT Tridarma Kencana yang beralih kepemilikannya kepada perusahaan lain dan pekerjanya sekitar 78 orang di PHK,” ujar Suja’i yang didampingi anggota Komisi II Dian Damayanti.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengakuan dari para buruh sudah ada kesepakatan antara para pekerja dengan pihak perusahaan untuk pesangon, gaji, dan BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp7,5 miliar.
“Tapi ketika perusahaan dipanggil oleh pekerja dan disnakertrans tidak datang dan sekarang hilang pihak perusahaannya,” katanya.
Baca Juga: Ditanya Pilih Jadi Bupati atau DPR RI, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim
Politikus Gerindra itu mengaku akan memanggil pihak perusahaan agar memenuhi kewajibannya untuk menyeleksaikan hak-hak para pekerja yang di PHK tersebut.
“Pekerja sudah mendatangi perusahaan yang baru, tapi perusahaan yang baru soal PHK bukan tanggungjawab mereka,” tuturnya.
Suja’i mengungkapkan, pada hari yang sama Komisi II juga menerima perwakilan buruh dari Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang, mereka meminta peraturan daerah (Perda) tentang ketenagakerjaan direvisi karena mereka merasa kepentingannya tidak terakomodir di Undang-undang omnibuslaw.
Baca Juga: Rans Cilegon FC Keok di Tangan Martapura Dewa United 3-1, Bagaimana Komentar Raffi Ahmad?
“Kami sampaikan siap mengakomodir keperluan buruh, hanya saja tahun ini kita belum bisa dana akan diajukan ajukan tahun 2022. Kita dorong inisiatornya pihak eksekutif, kita sudah komunikasi dengan disnakertrans,” katanya. ***


















