BANTENRAYA.COM – Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang mengibaratkan pariwisata Anyer Cinangka, Kabupaten Serang seperti pohon buah unggulan yang dipenuhi semak belukar.
Istilah itu disampaikan PHRI karena masih banyaknya keluhan dari para pengunjung terkait mahalnya tarif masuk ke pantai umum dan kebersihan di pantai-pantai umum sehingga yang muncul ke permukaan citra negatif terhadap pariwisata Anyer Cinangka.
Padahal, pariwisata Anyer-Cinangka seperti pohon buah unggul yang menarik perhatian bagi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara untuk dikunjungi, namun dikelilingi oleh beberapa pantai umum yang kurang terkelola dengan baik.
Baca Juga: Ria Ricis Ternyata Sempat Tolak Cinta Teuku Ryan
Ketua BPC PHRI Kabupaten Serang Sukarjo mengatakan, adanya kritik terhadap pariwisata Anyer-Cinangka tidak terlepas dari pengelolaan manajemen pariwisata yang kurang maksimal.
“Para pengelola pantai umum itu kebanyakan yang mengelola masyarakat yang punya orang Jakarta dan mereka menyewa. Kemampuan mengelola manajemen wisata tidak semua orang punya ilmunya,” ujar Sukarjo, Jumat 17 September 2021.
Baca Juga: Segera Bebas, Ini Total Kekayaan Mantan Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi
Pihaknya telah memberi masukan kepada Pemkab Serang terutama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) agar para pengelola pantai umum dibina dan diberi pelatihan.
“Produk pariwisata kita itu ibaratnya buah unggul tapi tumbuh disemak belukar yang enggak terpelihara, rasanya enggak manis, yang menikmati rasa banyak yang komplain, tambah lagi enggak dipupuk sehingga menjadi kebun liar,” katanya.
General Manager (GM) hotel Nuansa Bali itu menuturkan, pembinaan terhadap para pengelola pariwisata akan memberikan kontribusi positif terhadap pemerintah daerah karena tidak akan ada lagi pengelola pantau umum yang melakukan pelanggaran sehingga viral di media sosial (medsos).
Baca Juga: Belajar dari Tewasnya 3 Remaja di Pandeglang, Polres Serang Gelar Operasi Besar-besaran Miras
“Misalnya, di pantai umum itu sudah ada belum P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) nya, ada enggak Balawistanya, ada enggak asuransi kecelakaan, ada enggak tempat pembuangan sampahnya, dan sebagainya,” paparnya.
Sukarjo mengatakan, pihak PHRI bersedia untuk melatih dan membina para pengelola pantai umum tersebut jika Pemkab Serang memfasilitasi untuk anggaran pelatihannya.
“Kita bersedia bagaimana mengelola wisata yang sehat dan baik, sehat dalam artian fisikanya dan kawasannya. Kalau kebun anggur dikelola dengan baik buahnya manis, dilihatnya juga menarik, rasanya manis, orang beli enggak akan rugi. Ini beli begitu pulang-pulang orang ngomel-ngomel,” ujarnya. ***


















