BANTENRAYA.COM -Dalam menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU), yang ditandatangani oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten H. Muhammad Ishom bersama Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara.
Kepala Biro AUPK didampingi Kepala Biro AAKK melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Gedung Fakultas Laboratorium Teknik XI A pada Selasa (27/01).
Dalam sambutannya, Kepala Biro AUPK UIN SMH Banten H. Zaenuri mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya penandatanganan PKS ini.
BACA JUGA: Gerindra Kota Cilegon Bedah Rumah Milik Warga, Biaya Full Sampai Jadi
Ia menyampaikan bahwa momentum ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mempercepat pengembangan infrastruktur dan sistem informasi di lingkungan UIN SMH Banten.
“Kerja sama ini merupakan langkah krusial bagi institusi untuk bertransformasi lebih cepat di era digital,” katanya.
Zaenuri menegaskan bahwa UIN SMH Banten sebenarnya telah memiliki pondasi yang cukup dalam aspek teknologi informasi, namun diperlukan sentuhan keahlian dari institusi pakar seperti ITB untuk mencapai standar yang lebih tinggi.
“Kami menyadari bahwa ITB merupakan ahlinya dalam bidang IT, maka dari itu kami datang untuk mengajukan kerja sama. Sehingga bisa meningkatkan kualitas dan pendapatan BLU kami,” ujarnya.
Ia juga menambahkan harapannya agar sinergi ini mampu meningkatkan kinerja pelayanan publik secara signifikan melalui optimalisasi teknologi.
Salah satunya dengan adanya pengembangan landscape infrastruktur, atau sebagai upaya pengembangan kampus memenuhi kebutuhan zaman dan hal ini akan direalisasikan secepatnya pada Bulan Februari mendatang
Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan SAPPK ITB Allis Nurdini memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh UIN SMH Banten.
Ia menjelaskan bahwa ruang lingkup kolaborasi ini dirancang secara luas dan tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik semata.
Allis memaparkan bahwa kerja sama ini juga mencakup penguatan kualitas tata kelola melalui perbaikan sistem manajemen kampus, peningkatan standar pelayanan bagi seluruh civitas akademika.
“Hingga pengembangan program-program yang lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Allis, menyatakan keyakinannya bahwa semangat kolaborasi dan keterbukaan yang diusung kedua institusi akan membuahkan inisiatif serta rekomendasi yang berdampak luas.
Terlebih dalam PKS ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi internal kedua institusi dan lingkungan akademik saja. (satibi)



















