BANTENRAYA.COM – Dalam upaya memperkuat status Badan Layanan Umum (BLU), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten mengadakan Rapat koordinasi dengan Dewan Pengawas (Dewas) BLU.
Rapat digelar di Ruang Rapat Biro SDM Kementerian Agama RI, dengan agenda utama membahas penguatan tata kelola BLU serta strategi peningkatan kinerja institusi ke depan.
UIN SMH Banten Sebagai Kampus BLU Tunjukkan Peningkatan Signifikan
Rektor UIN SMH Banten Ishom mengatakan, UIN Banten termasuk satuan kerja yang lebih awal ditetapkan sebagai BLU. Namun, capaian kinerja BLU belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
BACA JUGA: Spoiler To My Beloved Thief Episode 3 Sub Indo: Bukan Eun Jo, Yi Yeol Bertemu dengan Gil Dong
“Karena itu, kehadiran Dewas yang baru diharapkan dapat menjadi pengungkit perbaikan kinerja dan nilai BLU UIN SMH Banten,” katanya, kemarin.
Meski demikian, Ishom menyampaikan adanya perkembangan positif pada aspek tata kelola. Nilai maturity rating BLU UIN SMH Banten pada 2024 tercatat sebesar 2,9, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berada pada angka 2,09. “Ini menjadi modal awal untuk mendorong peningkatan kinerja yang lebih terukur,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Dewas UIN SMH Banten Rohman Basori menekankan pentingnya rapat koordinasi sebagai sarana perkenalan sekaligus penguatan sinergi antara Dewas, dan pimpinan universitas
“Dewas memiliki peran strategis dalam memberikan masukan, saran, serta evaluasi, baik pada aspek akademik maupun nonakademik,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pemkot Cilegon Siapkan Skema Penyelesaian Banjir di Ciwandan, Plt Sekda Sebut-sebut Soal Tambang
Rohman Basori juga menyampaikan visinya untuk mendekatkan UIN SMH Banten dengan Kementerian Agama pusat. Ia mendorong agar sumber daya manusia UIN Banten dipersiapkan untuk terlibat aktif dalam berbagai peran strategis di tingkat nasional, seperti reviewer penelitian.
“Persaingan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) bersifat nasional sehingga diperlukan mental dan kinerja yang kompetitif,” tegasnya.
Selain itu, Rohman menyoroti posisi UIN SMH Banten yang masih berada pada kategori middle class BLU. Menurutnya, universitas perlu melakukan diversifikasi pendapatan melalui penguatan unit-unit bisnis.
Ia juga mendorong peningkatan prestasi mahasiswa, kualitas publikasi ilmiah, serta pemetaan aspek penilaian BLU secara lebih sistematis.
BAACA JUGA: Bobol Gawang PSM Makassar di Detik 30, Mirza Mustafic Dinobatkan Jadi Gol Tercepat Super League
Sementara itu, Wakil Rektor II UIN SMH Banten Ali Muhtarom memaparkan sejumlah langkah pengembangan bisnis yang sedang berjalan.
Di antaranya penyusunan tarif ruko hasil revitalisasi Kampus I, pengembangan klinik yang direncanakan bekerja sama dengan BPJS, serta pengelolaan parkir melalui kerja sama dengan Jasamarga.
“Selain itu, terdapat unit bisnis lain seperti kantin, training center, dan daycare,” ujarnya. (satibi)



















