BANTENRAYA.COM – Program Kuliah Gratis yang digagas oleh Gus Sholah Foundation bersama Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng kini resmi dibuka.
Program Kuliah Gratis hadir sebagai wujud nyata komitmen membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.
Program ini menjadi peluang berharga bagi anak-anak bangsa, khususnya yatim piatu, agar tetap bisa melanjutkan pendidikan meski terbentur keterbatasan ekonomi.
BACA JUGA: Harga Resmi Xiaomi 17 Series Lebih Murah Daripada Samsung Segmen Menengah
Melalui program tersebut, UNHASY Tebuireng berupaya memutus rantai kemiskinan dengan memberikan kesempatan kuliah penuh kepada 60 mahasiswa baru dari keluarga miskin, dengan prioritas bagi anak yatim.
Tidak hanya dukungan biaya, program ini juga bertujuan menumbuhkan karakter sosial, prestasi akademik, serta membentuk generasi yang mandiri dan produktif untuk masa depan Indonesia.
Beasiswa penuh yang diberikan mencakup seluruh biaya pendidikan, mulai dari Dana Pengembangan Pendidikan, SPP selama 8 semester, biaya pendaftaran awal (POSMARU), her-registrasi, hingga biaya praktikum, magang, kegiatan kemahasiswaan, skripsi, yudisium, dan wisuda.
BACA JUGA: CMI Buka Beasiswa S1 Gelombang 2 untuk Calon Maba dan Mahasiswa Aktif, Ini Cara Daftarnya
Dengan skema ini, penerima manfaat bisa fokus belajar tanpa terbebani biaya.
Persyaratan dan Proses Seleksi Program Kuliah Gratis Gus Sholah
Adapun persyaratan utama penerima beasiswa ini antara lain:
1. lulusan SMA/MA/SMK tahun ajaran 2025,
2. Berasal dari keluarga miskin dengan pendapatan maksimal Rp2.500.000 per bulan atau Rp750.000 per jiwa,
3. Diutamakan anak yatim, serta lulus seleksi masuk UNHASY Tebuireng.
4. Calon penerima juga belum pernah tercatat sebagai mahasiswa di kampus tersebut pada tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Aktris Korea Kim Yoo Jung dan Kim Do Hoon Keciduk Bareng di Bandara, Agensi Bantah Pacaran
Untuk mendukung proses seleksi, peserta wajib mengunggah dokumen:
1. Kartu Keluarga,
2. KTP orang tua dan calon mahasiswa,
3. rapor semester 1–5 yang telah dilegalisir,
4. surat keterangan tidak mampu dari kepala desa,
5. serta surat keterangan yatim.
BACA JUGA: Drakor To The Moon Episode 2 Sub Indo, Eun Sang Getol Bujuk Da Hae dan Ji Song Investasi
Tambahan dokumen seperti sertifikat prestasi, bukti kepesertaan PKH/KKS, slip gaji, tagihan listrik/air/PBB, hingga foto rumah dan foto keluarga juga diperlukan untuk verifikasi kondisi ekonomi.
Program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan ikhtiar mulia untuk membuka gerbang pendidikan tinggi bagi generasi muda.
Harapannya, melalui kesempatan ini, lahir lulusan-lulusan berdaya saing tinggi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
BACA JUGA: Dewa United ke Posisi Empat Usai Kalahkan PSBS Dengan Skor 3-1
Informasi lebih lanjut akses tautan berikut: https://gsf.unhasy.ac.id/ ***


















