BANTENRAYA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 sebesar 5,37 persen.
Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana mengatakan, angka tersebut melampaui posisi perekonomian Banten sebelum Covid-19 pada tahun 2019 dengan pertumbuhan sebesar 5,26 persen.
“Jika di tarik kebelakang maka dapat kita lihat bahwa kecenderungan kondisi angka pertumbuhan kembali pada sebelum Covid-19 di 2020,” kata Yusniar dikutip Bantenraya.com, Jumat 6 Februari 2026.
BACA JUGA: Pasar Sembako Murah Kota Serang Digelar Dua Kali, Per Kecamatan Disiapkan 500 Paket
Lapangan usaha yang menyumbang perekonomian tertinggi pada tahun 2025 adalah administrasi pemerintahan, pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 16,42 persen.
“Sementara untuk penggerak perekonomian Banten pada industri pengolahan tumbuh sebesar 5,59 persen,” imbuhnya.
Beberapa lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Provinsi Banten, yang pada triwulan IV-2025 ini mengalami pertumbuhan di antaranya adalah Industri pengolahan sebesar 5,59 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 5,14 persen, Konstruksi sebesar 2,20 persen, Transportasi dan Pergudangan 7,35 persen, serta Real Estat tumbuh sebesar 5,52 persen.
Dapat diartikan, pertumbuhan ekonomi di Banten masih didominasi oleh kawasan Banten Utara dengan komposisi industri yang masih mendominasi.
Sementara pada sektor pertanian, pada triwulan IV 2025 mengalami penurunan 76,1 persen mengikuti pola musiman.
Dari sisi pengeluaran, ekonomi Banten mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Total Net Ekspor sebesar 11,27 persen.
Disusul komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 5,15 persen, komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,70 persen, kemudian komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) dan komponen Pengeluaran lembaga Non-Profit (PK-LNPRT) masing-masing tumbuh 2,95 persen dan 0,58 persen.***



















