BANTENRAYA.COM – Pemilihan calon rektor kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin atau UIN SMH Banten memasuki babak baru.
Setelah 7 calon rektor UIN SMH Banten dinyatakan lolos seleksi administrasi, tahap selanjutnya mereka akan menyampaikan visi misi serta program kerja di hadapan senat.
Ketua panitia seleksi calon Rektor UIN SMH Banten Masykur mengungkapkan, panitia telah menjadwalkan waktu penyampaian visi misi serta program kerja terhadap 7 calon rektor yang lulus administrasi pada 22 Mei 2025 yang akan datang.
Mereka akan menyampaikan visi misi serta program kerja di hadapan kurang lebih 39 orang senator dalam rapat senat selama kurang lebih 10 menit.
“Di hadapan para senator sekitar 39 orang calon rektor mempresentasikan visi, misi, program kerja, dan beberapa pengalaman manajerial dan lainnya yang pernah mereka lakukan,” kata Masykur, Minggu 18 Mei 2025.
Sayangnya sidang ini tertutup untuk umum bahkan untuk media massa dan hanya pihak senat yang bisa mengikuti sidang tersebut.
Padahal di sejumlah kampus sidang senat pemilihan calon rektor ini dibuat terbuka untuk umum sehingga masyarakat bisa menyaksikan bagaimana kualifikasi dari para calon rektor di kampus tersebut.
“Sidang senat dilakukan tertutup,” katanya.
Masykur mengungkapkan, semula dia sudah menyampaikan kepada senat bahwa di beberapa kampus penyampaian visi misi calon rektor ini dilakukan secara terbuka.
Bahkan secara pribadi dia juga setuju ini dibuka untuk umum. Sementara dalam penilaiannya boleh dilakukan secara tertutup oleh senat.
“Saya juga setuju dengan ini dibuka untuk umum tapi rapat senat memutuskan ini dilakukan tertutup,” katanya.
Penyampaian visi misi dan program kerja calon rektor ini kemudian akan dinilai oleh para senat.
Baca Juga: Garuda Calling! Resmi Sebanyak 32 Pemain Timnas Indonesia Dipanggil untuk Hadapi China dan Jepang
Penilaian akan menjadi poin krusial sebelum akhirnya nama-nama calon rektor ini disodorkan kepada Menteri Agama RI.
Penilaian saat penyampaian visi misi dan program kerja calon rektor ini akan menjadi pertimbangan kualitatif, yang merupakan salah satu penilaian yang berpengaruh.
Bila sebelumnya saat proses administrasi para calon rektor mendapatkan penilaian administratif, maka kali ini akan mendapatkan nilai kualitatif.
Baca Juga: Garuda Calling! Resmi Sebanyak 32 Pemain Timnas Indonesia Dipanggil untuk Hadapi China dan Jepang
Dalam penilaian ini, para calon akan dilihat jabatan apa saja yang pernah mereka duduki dan bagaimana selama mereka melakukan manajerial di jabatan itu. Apakah mereka juga memiliki jejaring
Setelah penyampaian visi misi, selanjutnya Rektor UIN SMH Banten akan menyampaikan nama-nama calon rektor lengkap dengan hasil penilaian selama proses tahapan.
Nama-nama calon rektor akan disampaikan kepada Menteri Agama RI. Setelah itu, Menteri Agama akan membentuk Komisi Seleksi untuk menentukan siapa rektor terpilih yang akan memimpin UIN SMH Banten ke depan.
Baca Juga: Kekurangan Kelas, Siswa SD di Pandeglang Belajar di Teras
Sementara itu, menurut Mufti Ali, salah satu calon rektor UIN SMH Banten, dirinya mengaku sudah menyiapkan ide dan gagasan apa yang akan ditawarkan apabila dia dipilih menjadi Rektor UIN SMH Banten.
Ide itu dia sarikan dari hasil riset sejarah yang telah dilakukannya selama puluhan tahun.
“Saya sudah siapkan tawaran ide dan gagasan melalui visi-misi, target, sasaran, program, dan indikator kegiatan yang bisa membawa lembaga UIN Banten lebih meyakinkan untuk empat tahun ke depan,” tuturnya.
“Saya sudah tuangkan juga di buku yang telah diterbitkan, terutama buku Legasi Maulana Hasanuddin Banten,” kata Guru Besar Ilmu Sejarah Pemikiran Islam itu. ***


















