BANTENRAYA.COM — Wakil Gubernur atau Wagub Banten A Dimyati Natakusumah menilai catur bukan sekadar olahraga otak, melainkan latihan berpikir strategis yang sangat relevan di kehidupan sehari-hari.
Pernyataan itu Dimyati sampaikan saat menghadiri Liga Catur bulanan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Tangerang di Tangerang Volunteer Park, Kecamatan Solear, Minggu 20 Juli 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga ikut bertanding melawan salah satu pengurus Percasi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan olahraga catur di Banten.
Baca Juga: Komnas Anak Desak Evaluasi Total SMAN 4 Kota Serang Usai Dugaan Kasus Pelecehan Terulang
“Catur ini adalah olahraga yang mengasah pola pikir strategis. Setiap langkah harus dipikirkan matang, karena satu keputusan bisa mengubah seluruh permainan.
“Sama seperti dalam hidup dan dalam memimpin,” imbuh mantan Bupati Pandeglang ini.
Ia menjelaskan bahwa, dalam catur, pemain dilatih untuk melihat ke depan, membaca pola lawan, dan menentukan strategi jangka panjang.
Baca Juga: Terbongkar! Korban Oknum Guru SMAN 4 Kota Serang Diduga Dapat Kompensasi Belasan Juta
Menurutnya, hal-hal ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan hidup maupun mengelola kebijakan publik.
“Permainan ini mengajarkan kita berpikir sistematis, tidak gegabah, dan selalu siap dengan skenario cadangan. Ini modal penting untuk siapa pun, apalagi generasi muda,” jelasnya.
Dimyati juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama dan peran kolektif dalam permainan catur.
Baca Juga: Realisasi APBD Kota Serang Baru 52 Persen di Semester 1: Dinsos Tertinggal, PUPR Terdepan
Ia mencontohkan bagaimana setiap bidak memiliki peran masing-masing dan saling mendukung untuk melindungi raja.
“Kalau hanya mengandalkan satu bidak, kita gampang kalah. Tapi kalau semua jalan bersama, kita punya peluang lebih besar,” jelasnya.
Tak hanya soal strategi, ia juga menyinggung manajemen waktu dalam catur sebagai simbol pentingnya mengatur ritme kehidupan.
Baca Juga: Bikin Nyesek! Viral Momen Ojol Kena Raib Maling Usai Lagi Tidur di Emperan, Netizen: Miris Amat Yah
“Di catur, ada batas waktu. Walaupun langkah kita bagus, kalau telat ya tetap kalah. Artinya, kita juga harus tahu kapan bertindak, kapan menahan diri,” tandasnya.***


















