BANTEN RAYA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, termasuk banjir kiriman, angin kencang, dan longsor.
Peringatan ini disampaikan seiring dengan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa curah hujan tinggi akan terjadi di wilayah hulu sungai dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BPBD Banten, Nana Suryana, menyampaikan bahwa intensitas hujan diperkirakan mencapai puncaknya pada dasarian kedua bulan Maret, yaitu antara 11 hingga 20 Maret 2025, dengan curah hujan mencapai 300 mm. Kondisi ini dapat menyebabkan luapan sungai yang berpotensi menimbulkan banjir di wilayah hilir seperti Tangerang Raya dan Bekasi.
“Kami meminta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Curah hujan tinggi di hulu bisa menyebabkan banjir kiriman di hilir, dan ini perlu diwaspadai,” kata Nana, Kamis, (6/3/2025).
“Karena kalau banjir kiriman itu maka air akan meluap lagi. Untuk saat ini yang di wilayan Tangerang Selatan sudah mulai surut,” tambahnya.
Baca Juga: Lapas Cilegon Kembangkan Ketahanan Pangan Lewat Peternakan Ikan
Nana mengatakan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB, BMKG, dan Basarnas untuk mengambil langkah antisipasi, termasuk penggunaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dijadwalkan akan digunakan pada 7 dan 8 Maret.
“Upaya preventif kita bersama dengan BNPB, BMKG, dan Basarnas itu akan melakukan TMC, yang bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan sehingga dampaknya bisa dikendalikan,” katanya.
“Selain itu, kita juga telah menyiapkan personel serta peralatan tanggap darurat, termasuk perahu karet dan logistik bantuan bilamana terjadi peningkatan dampak, termasuk bantuan dari BNPB dan Basarnas dalam upaya evakuasi dan distribusi bantuan,” sambungnya.
Nana menegaskan bahwa, kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi bencana. Ia mengimbau agar warga di daerah rawan banjir untuk selalu memantau kondisi debit air sungai dan memperhatikan informasi terbaru dari pihak berwenang.
“Kami telah menyampaikan informasi ini ke BPBD setempat dan berbagai media agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan banjir kiriman. Jadi masyatakat kita harapkan bisa lebih waspada,” tutupnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Serahkan Bantuan Pertanian di Kecamatan Sukamulya, Dukung Program Ketahanan Pangan
Sementara itu, terpisah, Gubernur Banten, Andra Soni, juga menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana ini.
“Yang utama adalah keselamatan warga. Kami akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi jika terjadi banjir atau bencana lainnya,” singkatnya.
Diketahui sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatakan mengenai fenomena atmosfer, termasuk Rossby Ekuatorial, Low Frequency, dan Kelvin, yang berkontribusi terhadap meningkatnya curah hujan di wilayah barat Indonesia.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebut bahwa dalam periode 4 hingga 11 Maret, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang masih berpotensi terjadi.
“Kondisi atmosfer menunjukkan adanya potensi hujan intensitas tinggi yang bisa memicu banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah-wilayah rawan,” kata Guswanto.
Di Banten sendiri, kata Guswanto, BMKG mencatat adanya peningkatan labilitas atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari.
“Oleh karena itu, kami mengimbau agar warga dapat terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi dan menghindari aktivitas di daerah rawan bencana,” pungkasnya.(***)


















