BANTENRAYA.COM- Meski mencatat realisasi investasi sebesar Rp105,62 triliun pada 2024, yang mana melampaui target nasional Rp97,79 triliun dengan capaian 107,98 persen, Provinsi Banten dinilai masih menyimpan potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, yang mendorong Pemprov Banten untuk tampil lebih percaya diri dan agresif dalam promosi investasi.
“Banten punya semua syarat untuk jadi magnet investasi, tapi belum banyak yang tahu. Kita harus lebih narsis dan eksis dalam promosi, tampil kreatif dan tepat sasaran,” kata Ameriza, Jum’at, 7 Januari 2025.
Ameriza menjelaskan, Banten adalah Sleeping Giant dengan potensi besar di sektor infrastruktur strategis, industri ramah lingkungan, dan kedekatan dengan pusat ekonomi nasional. Namun, potensi ini perlu dikemas dan dipromosikan dengan pendekatan modern, termasuk memanfaatkan media digital dan kampanye yang relevan untuk menjangkau investor global.
Baca Juga: Kasus Demo Tambang Ilegal di Desa Mekarsari, Akan Diselesaikan Malalui Restoratif Justice
“Promosi digital dan kolaborasi dengan pelaku industri kreatif bisa membuat Banten lebih dikenal. Investor sekarang mencari cerita menarik, bukan sekadar data,” jelasnya.
Ameriza juga menegaskan bahwa, stabilitas ekonomi adalah faktor kunci. Pihaknya mengaku akan terus mendukung iklim investasi dengan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi. Di sisi lain, ia berharap Banten bisa lebih memanfaatkan tren industri ramah lingkungan, terutama di wilayah selatan, yang menjadi daya tarik baru bagi investor peduli lingkungan.
“Ini momentum penting. Banten harus berani tampil di panggung internasional, tidak hanya sebagai Sleeping Giant, tapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masa depan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti mengatakan, terjadi penurunan signifikan terjadi pada sektor Penanaman Modal Asing (PMA), yang justru menunjukkan tren menurun dibandingkan tahun sebelumnya di 2023 lalu.
Di mana, realisasi PMA di tahun 2024 tercatat sebesar Rp58,02 triliun, atau turun 11,93 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp65,88 triliun. Penurunan ini terjadi karena situasi politik nasional yang dipengaruhi oleh penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.
Baca Juga: Rangkaian HPN, Ada Seminar Membahas Pers Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nusantara
“Tahun 2024 merupakan tahun yang penuh dinamika politik dan ekonomi. Banyak investor asing yang memilih menunda keputusan investasinya hingga kondisi yang lebih stabil,” kata Virgojanti. (***)



















