Minggu, 22 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Minggu, 22 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Potret Pengabdian Masyarakat oleh Kelompok Mahasiswa di Wilayah Perbatasan

Administrator Oleh: Administrator
15 Februari 2024 | 09:45
Potret Pengabdian Masyarakat oleh Kelompok Mahasiswa di Wilayah Perbatasan

Dok. Kegiatan KKM Untirta Kelompok 62

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

Oleh: Mahpudin (Dosen Pembimbing Lapangan KKM Untirta Kelompok 62)

Potret kehidupan warga di wilayah perbatasan yang terpencil dan terisolir menyimpan cerita yang cukup memprihatinkan. Hal ini salah satunya dialami oleh warga di Desa Malangnengah, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang.

Sebelumnya, Kabupaten Pandeglang pernah masuk ke dalam kategori daerah tertinggal mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019.

Berbagai program pembangunan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas pelayanan publik terus digenjot oleh pemerintah setempat agar mampu memperbaiki taraf kehidupan warga.

Baca Juga: 15 Ucapan Hari Kanker Anak Sedunia 2024, Penuh Makna dan Menyentuh Hati Cocok jadi Caption Media Sosial

Misalnya Pemerintah Kabupaten menggencarkan program perbaikan infrastruktur jalan, dikenal dengan istilah Jakamantul (Jalan Kabupaten Mantap Betul) dan Integrasi berbagai pelayanan publik untuk merampingkan birokrasi dan efisiensi kerja pelayanan melalui pembentukan Mall Pelayanan Publik (MPP). Hasilnya, di tahun 2019 Kabupaten Pandeglang berhasil keluar dari daftar sebagai daerah tertinggal.

Meskipun Kabupaten Pandeglang tidak lagi menyandang status sebagai daerah tertinggal, namun potret kehidupan warga desa – terutama di wilayah perbatasan masih menyisakan permasalahan serius.

Mengacu pada data Kementerian Desa di tahun 2020 bahwa setidaknya sekitar 127 desa yang tersebar di berbagai kecamatan di kabupaten Pandeglang berstatus sebagai Desa Tertinggal. Salah satu desa tersebut adalah Desa Malangnengah, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang.

Baca Juga: Hari Terakhir Diskon 50 Persen di Bebek Carok Serang, Buruan Datang dan Tunjukkan Tinta di Jari Kalian!

Kondisi Kehidupan Warga

Desa Malangnengah termasuk ke dalam wilayah perbatasan yang dekat dengan perbatasan Benua Australia. Secara geografis, desa ini berada di ujung barat dengan kontur perbukitan. Akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten terbilang jauh dengan jarak tempuh 3 jam menggunakan kendaraan darat.

Oleh karena itu, desa ini dapat dikatakan sebagai desa terpencil dan terisolir. Kondisi infrastruktur jalan kurang baik karena masih berupa bebatuan besar dan tanah merah sehingga menghambat aksesibilitas warga. Sebagian besar warganya bekerja sebagai petani sebagian lainnya memilih bermigrasi ke Jakarta dan sekitarnya untuk mencari penghidupan yang layak.

Data BPS Kabupaten Pandeglang tahun 2020 memberikan gambaran nyata mengenai nestapa kehidupan warga. Misalnya, pada aspek pendidikan, di Desa Malangnengah belum ada bangunan sekolah PAUD. Sementara sekolah TK hanya ada 1 gedung, itu pun dikelola swasta.

Baca Juga: Baru Dioperasikan Dua Bulan, Kabel Mesin Pengolah Sampah Kabupaten Serang Hilang Dicuri

Gedung SD terdapat dua berstatus negeri. Sedangkan sekolah level menengah pertama dan atas tidak ada. Tercatat hanya ada satu gedung SMK berstatus swasta. Warga yang ingin mengenyam pendidikan harus menempuh akses yang cukup jauh. Implikasinya, motivasi mereka untuk belajar menurun.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya warga Malangnengah yang hanya menyelesaikan status pendidikan di level SD dan SMP. Jenjang SMA sedikit sekali, bahkan belum ada warganya yang mampu meneruskan pendidikan hingga ke level perguruan tinggi.

Keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas pendidikan menyebabkan rendahnya kapasitas sumber daya manusia untuk dapat bersaing dalam dunia kerja dan peningkatan ekonomi keluarga. Pegawai pemerintahan desa belum ada yang berstatus sebagai pegawai negeri dan mayoritas lulusan SLTA.

Baca Juga: Uniknya Anggota KPPS di TPS 02 Kelurahan Kasemen Kompak Pakai Baju Adat Suku Baduy

Sulitnya mencari peluang ekonomi juga sebagai dampak dari lemahnya sumber daya manusia. Masih data dari BPS, perumahan warga di Desa Malangnengah sebagian besar bersifat tidak permanen dan semi permanen.

Pada aspek kesehatan juga menunjukkan keadaan yang kurang menguntungkan bagi warga. Data BPS menunjukkan tidak ada fasilitas kesehatan di Desa Malangnengah selain Pos Kesehatan Desa (Poskedes).

Hal ini membuat warga kesulitan untuk mengakses pelayanan kesehatan. Umumnya desa tertinggal masih bermasalah pada hal pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Padahal ketiga aspek ini menjadi penting untuk menopang indeks pembangunan manusia.

Baca Juga: GASS OTW! Rekomendasi Wisata di Ujung Pulau Jawa Pandeglang, Eksotik dan Tercantik yang Wajib Dikunjungi

Akses internet juga menjadi salah satu persoalan bagi warga. Sinyal buruk karena tidak adanya infrastruktur jaringan. Hanya beberapa provider jaringan tertentu saja yang tersedia. Hal ini turut menyulitkan warga dalam mengakses digital untuk mendapatkan kemudahan informasi dan peningkatan ekonomi yang terkoneksi secara daring. Kesenjangan digital masih sangat terasa di desa ini.

Pengabdian Mahasiswa

BACAJUGA:

Android

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00

Berangkat dari kondisi kehidupan warga desa yang memprihatinkan, mahasiswa UNTIRTA yang tergabung dalam KKM kelompok 62 berusaha memberikan kontribusi nyata dalam bentuk program pengabdian. Urgensi dalam kegiatan pengabdian ini sebagai pengejawantahan dari aktualisasi tri dharma perguruan diri yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Sejatinya civitas akademik perguruan tinggi tidak hanya berkutat pada diskusi keilmuan di ruang kelas, tetapi yang tidak kalah penting adalah menerapkan keilmuan agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyakat luas.

Baca Juga: Sejarah Gunung Pulosari, Benarkah Pernah Dikunjungi Sunan Gunung Jati dan Putranya Hasanuddin?

Pengabdian masyarakat oleh mahasiswa ini berlangsung selama satu bulan dari 11 Januari hingga 12 Februari 2024 di Desa Malangnengah. Mahasiswa menetap dan berbaur dengan masyarakat untuk mengamati problematika sosial untuk dicarikan solusinya. Beberapa program pengabdian yang dilakukan seperti edukasi tentang gizi seimbang untuk mencegah stunting.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu yang memiliki anak berusia 0-24 bulan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait cara pencegahan stunting yang dapat menyebabkan dampak negatif untuk pertumbuhan ana di kemudian hari. Feedback yang diharapkan setelah berlangsungnya program ini adalah peningkatan pengetahuan ibu dalam hal pola asuh anak untuk mencegah stunting dengan cara pemenuhan gizi seimbang.

Program pengabdian lainnya adalah Penyuluhan Irigasi Cerdas Melalui Irigasi Tetes. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Wanita Tani di Desa Malangnengah, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan pertanian untuk ditanami tanaman hortikultura.

Baca Juga: Puspemkab Serang Diserang Bau Belerang, Dinas ESDM Banten Lakukan Kajian

Pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan yang didampingi oleh koordinator penyuluh pertanian di desa tersebut dengan menyampaikan materi dan demonstrasi pembuatan pupuk bokashi serta penerapan irigasi tetes.

Setelah kegiatan ini usai, diharapkan masyarakat di desa tersebut mampu menjaga keaktifan aktivitas pertaniannya pada saat musim kemarau yang panjang. Kegiatan ini muncul dari keluhan warga mengenai masalah kekeringan dan tidak adanya irigasi sehingga menyulitkan petani dalam bertani atau berkebun.

Program pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa diharapkan dapat memberikan manfaat kepada warga Desa Malangnengah agar lebih berdaya. Tentu saja diperlukan kerjasama antar berbagai stakeholder baik dari pihak pemerintah, swasta, masyakat sipil, dan perguruan tinggi untuk bisa bahu-membahu dalam membantu warga agar keluar dari jeratan kemiskinan dan ketidakberdayaan.***

Tags: giziKKM UntirtamahasiswaMalangnengahPandeglang
Previous Post

Pedas Nagih, 6 Tempat Makan Ayam Geprek di Pandeglang ini Wajib Kalian Kunjungi Lur

Next Post

Di Era Moderen ini Warga Banten Melek Digital, Pengguna QRIS Capai 2,44 Juta User

Related Posts

Android
Opini

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer
Opini

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos
Opini

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam
Opini

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00
konservasi pohon langka
Opini

FPLI Gandeng Lintas Generasi untuk Ikut Aksi Nyata Konservasi Pohon Langka di Gunung Tilu Kuningan Jawa Barat

2 Februari 2026 | 17:32
penyiaran
Opini

Menagih Kembali Revisi UU Penyiaran

27 Januari 2026 | 12:10
Load More

Popular

  • Wakil Kadin Cilegon Mulyadi Sanuso tidak ada dasar dan landasan Kadin Cilegon dikarateker.

    Kadin Cilegon Sebut Karateker Menurut Versi Agus Wisas Tak Berdasar, Organisasi Berjalan Normal Dibawah PJ Ketua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budi dan Agis Pamerkan Capaian Pembangunan Kota Serang Selama 1 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jamu Borneo, Dewa United Incar Revans di Banten Internasional Stadium 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dewan Cilegon Minta Pemerintah Kaji Ulang Penurunan NJOP Industri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Spesifikasi Samsung Galaxy A57, Bakal Hadir Setelah Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SD Negeri Banjarsari 5 Kota Serang Berjaya di OSN, O2SN dan FLS3N 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Cilegon Beri Bocoran 4 Titik Operasi Lalu Lintas, Ramadan Jangan Coba-coba Langgar Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Terapkan Good Corporate, Pegawai Perumdam Tirta Madani Kota Serang Teken Pakta Integritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gandeng Koperasi Merah Putih, Pemkot Serang Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Capiton Foto Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bagi-bagi takjil kepada warga di halaman Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang, Sabtu 21 Februari 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

Agus Harimurti Yudhoyono Borong Takjil, Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama di Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang

21 Februari 2026 | 18:47
Wakil Kadin Cilegon Mulyadi Sanuso tidak ada dasar dan landasan Kadin Cilegon dikarateker.

Kadin Cilegon Sebut Karateker Menurut Versi Agus Wisas Tak Berdasar, Organisasi Berjalan Normal Dibawah PJ Ketua

21 Februari 2026 | 18:42
Tips olahraga

Waktu Olahraga Terbaik saat Puasa Ramadan Menurut Dokter Tirta, Ternyata Bukan Hanya Malam Hari

21 Februari 2026 | 16:48
Ilustrasi arus mudik Lebaran 2026 di Gerbang Tol Cikampek Utama. (Gillang/Bantenraya.com)

Jadwal One Way dan Contraflow Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Trans Jawa

21 Februari 2026 | 15:30

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda