BANTENRAYA.COM – Maxwell Souza menjadi salah satu pemain asing Persija Jakarta yang disoroti dengan penampilan apiknya selama membela Macan Kemayoran.
Maxwell Souza yang merupakan penyerang asal Brasil tersebut menjelma menjadi mesin gol utama Persija Jakarta di Super League 2025/2026.
Dari 16 laga yang telah dijalani Persija Jakarta, Maxwell Souza sukses mencetak sebanyak 10 gol untuk Macan Kemayoran.
BACA JUGA: Masjid di Gunungsari Ambruk Saat Renovasi, Satu Warga Meninggal Dunia
Catatan tersebut kemudian membuatnya berada di puncak daftar top skor sementara, sejajar dengan pemain asing Arema FC, Dalberto Luan.
Catatan performanya tersebut, memberikan dampak yang signifikan bagi Macan Kemayoran untuk tetap menjaga menjaga asa dalam persaingan papan atas.
Tidak hanya itu, kontribusi Maxwell juga menambah dimensi serangan yang sebelumnya kerap tumpul di pertahanan Persija Jakarta.
BACA JUGA: Baznas Cilegon Gercep Bantu Warga Kurang Mampu yang Sakit Berat
Akan tetapi, performa tajam darinya juga menghadirkan sebuah tantangan baru bagi publik dan Jakmania.
Ekspektasi publik terutama Jakmania mulai mengarah pada catatan historis, khususnya rekor gol Marko Simic pada musim perdananya bersama Macan Kemayoran musim 2024/2025.
Beban Ekspektasi Publik Terhadap Maxwell
Sebanyak 10 gol yang berhasil dicetak oleh Maxwell tersebut menempatkan dirinya sebagai figur sentral dalam permainan Persija Jakarta.
Ia tidak hanya menjadi finisher, tetapi juga kerap menentukan momentum di beberapa laga krusial.
Produktivitas yang diraih penyerang itu selama paruh musim tersebut membuat beban ekspektasi meningkat secara alami.
Dirinya kini diharapkan tidak sekadar konsisten, tetapi juga mampu menjaga performa hingga akhir musim.
Publik Persija Jakarta dan Jakmania memiliki referensi kuat saat membicarakan striker produktif. Nama Marko Simic selalu muncul sebagai sebuah tolak ukur keberhasilan penyerang asing di Macan Kemayoran.
Konteks tersebut, membuat nama Maxwell berada pada fase krusial. Paruh kedua musim akan menjadi ujian apakah ketajamannya bersifat sesaat atau berkelanjutan dengan kembali mencetak rekor. ***



















