BANTENRAYA.COM – Para pelaku industri kecil menengah (IKM) di Provinsi Banten mengeluhkan sulitnya mencari perusahaan yang menyediakan percetakan untuk membuat kemasan (packaging) produk yang menerima pesanan di bawah 1000 buah.
Selama ini, para pelaku IKM di Banten memesan kemasan produk di luar Provinsi Banten, seperti di Kota Bandung.
Padahal, bila ada yang menyediakan pencetakan kemasan produk, maka para pengusaha IKM di Banten ini akan merasa lebih ringan jika ada yang menyediakan pembuatan kemasan dengan pemesanan di bawah 1000 buah.
Selain itu, bila perusahaan pembuat kemasan berada di Banten maka mereka akan ikut menggerakkan roda ekonomi di Provinsi Banten dari usaha kemasan produk.
“Selama ini kami mesannya di Bandung dan itu minimal 1000 buah,” kata Ketua Forum Komunikasi Industri Kecil Menengah (Forkom IKM Provinsi Banten) Erwin Slamet usai dilantik di kampus Untirta Pakupatan, Kota Serang, Senin, 27 Februari 2023.
Untuk itu, kata Erwin, para pengusaha IKM di Provinsi Banten meminta agar Pemerintah Provinsi Banten memfasilitasi mereka dengan menyediakan layanan pembuatan kemasan produk.
Baca Juga: APBD Kota Cilegon 2023 Defisit Rp 100,52 Miliar, Anggaran Perjalanan Dinas Dipotong?
Sebab setiap usaha produk di Provinsi Banten sangat membutuhkan jasa pembuatan kemasan ini.
“Kalau ada yang bisa melayani di bawah 1000 kan enak, misalkan boleh pesan 200,” ujarnya.
Erwin menjelaskan, bagi pengusaha yang memproduksi usaha mereka setiap hari, maka mereka akan memesan pembuatan kemasan produk seminggu sekali.
Bila satu orang memesan misalkan 200 kesaman setiap minggu, dikalikan dengan jumlah pengusaha IKM yang jumlahnya ratusan, maka akan bisa menambah pendapatan bagi Pemprov Banten.
Baca Juga: Rumah Warga Ojar Rusak Parah Terdampak Pergerakan Tanah hingga Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 50 Juta
Anggota DPR RI dapil Banten 2 Tb Haerul Jaman yang juga berstatus sebagai penasihat Forkom IKM Provinsi Banten mengatakan, peran IKM sangat penting dalam menjaga ekonomi di Indonesia.
Karena perannya yang penting, pemerintah sampai menggelontorkan anggaran mencapai Rp600 triliun.
“Intinya semua pihak bisa lebih menggeliatkan lagi produk lokal yang ada di Banten,” katanya.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, potensi produk IKM di Banten sudah sangat berkualitas. Standar kualitasnya bukan hanya selevel nasional melainkan juga sudah level internasional sehingga sudah layak ekspor.
Baca Juga: Nomor Satu Cocok Dibaca Buat Suami Istri, 6 Kitab Populer Dikalangan Santri Salafi
“Era digital ini harus kita manfaatkan untuk membesarkan produk kita,” katanya.
Komari, Staf Ahli Gubernur Banten yang hadir mewakili Penjabat Gubernur Banten, menyambut baik pelantikan pengurus Forkom IKM Provinsi Banten ini. Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten siap berkontribusi dalam kemajuan IKM di Banten.
“Pemprov Banten siap berkolaborasi dengan Forum IKM Provinsi Banten,” ujar Komari.
Komari mengungkapkan, banyak program pemerintah yang digulirkan yang berkaitan dengan IKM. Salah satunya adalah modal untuk IKM yang telah digulirkan pemerintah berupa kredit yang jumlahnya triliun Rupiah. Lalu ada juga kebijakan menggunakan produk dalam negeri yang disebut dengan P3DN yaitu penggunaan produk dalam negeri sehingga peluang penggunaan produk IKM Indonesia akan lebih besar.
“Mendorong IKM adalah sudah sebuah keniscayaan,” katanya. (***)



















